Site icon Gilabola.com

Juventus Terdepak dari Liga Champions! Kebangkitan 10 Pemain Bianconeri Dihentikan Osimhen

Hasil Juventus vs Galatasaray skor 3-2 agregat 5- di Liga Champions 2026

Hasil Juventus vs Galatasaray skor 3-2 agregat 5- di Liga Champions 2026

Juventus harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh di Liga Champions meski menang 3-2 atas Galatasaray setelah perpanjangan waktu. Bertanding di Turin, Bianconeri memaksakan extra time berkat kemenangan 3-0 dalam 90 menit, tetapi gol Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz memastikan wakil Turki itu lolos dengan agregat 7-5.

Datang dengan beban kekalahan 2-5 pada leg pertama di Istanbul, Juventus sebenarnya memulai laga dengan peluang tipis. Situasi mereka juga tidak ideal. Juan Cabal menjalani skorsing, Andrea Cambiaso absen, sementara Emil Holm, Dusan Vlahovic, dan Arek Milik cedera. Gleison Bremer hanya duduk di bangku cadangan dan Kenan Yildiz dipaksakan tampil meski belum sepenuhnya fit.

Kondisi tersebut melanjutkan periode sulit Si Nyonya Tua, yang hanya meraih satu hasil imbang dalam lima laga kompetitif terakhir, tersingkir dari perempat final Coppa Italia, dan turun ke posisi kelima Serie A.

Bangkit di Tengah Tekanan dan Kartu Merah

Juventus langsung mencoba menekan. Federico Gatti dan Teun Koopmeiners mendapat peluang dari jarak enam meter, tetapi sundulan keduanya melambung. Di sisi lain, Mattia Perin melakukan penyelamatan penting atas tembakan voli Osimhen dari situasi lemparan ke dalam.

Gol pembuka datang pada menit ke-37. Kesalahan Davinson Sanchez memicu serangan Juventus yang diakhiri pelanggaran Lucas Torreira terhadap Khephren Thuram di kotak penalti. Manuel Locatelli mengeksekusi dengan tenang untuk membawa Juventus unggul 1-0 dan memperkecil agregat menjadi 3-5.

Momentum tuan rumah sempat terancam ketika Lloyd Kelly menerima kartu merah pada menit ke-48. Awalnya ia mendapat kartu kuning kedua setelah mendarat di kaki Baris Alper Yilmaz, tetapi tinjauan VAR mengubahnya menjadi kartu merah langsung. Juventus kembali menghadapi situasi bermain dengan 10 orang, seperti pada leg pertama di Istanbul.

Meski kehilangan satu pemain, tekanan tidak berhenti. Kenan Yildiz dan Thuram terus mengancam, sementara Gatti akhirnya mencetak gol kedua lewat sentuhan jarak dekat menyambut umpan mendatar Pierre Kalulu. Agregat menjadi 4-5.

Tekanan berlanjut hingga menit ke-82. Tendangan bebas Edon Zhegrova disambut Koopmeiners yang mengarahkan bola ke Weston McKennie di tiang jauh. Sundulan gelandang Amerika Serikat itu membuat skor 3-0 pada malam itu dan menyamakan agregat menjadi 5-5.

Extra Time dan Penentuan Osimhen

Laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-48, Juventus tetap tampil agresif. Namun peluang demi peluang gagal dimaksimalkan, termasuk saat Zhegrova menyia-nyiakan kesempatan dari jarak sekitar 12 meter.

Galatasaray akhirnya kembali memimpin agregat pada menit ke-105. Federico Gatti terpeleset saat mencoba memotong umpan Baris Alper Yilmaz, dan Victor Osimhen memanfaatkan situasi itu dengan tembakan di tiang dekat yang menembus kaki Perin.

Juventus tetap menekan hingga menit akhir. Zhegrova memaksa kiper melakukan penyelamatan dari sudut sempit, Filip Kostic gagal memaksimalkan bola muntah, dan Jeremie Boga beberapa kali mencoba peruntungan.

Pada detik-detik terakhir, umpan terobosan Wilfried Singo memecah jebakan offside. Osimhen dan Baris Alper Yilmaz lolos, dan Yilmaz menuntaskan peluang dengan melewati Perin untuk memastikan kemenangan agregat 7-5 bagi Galatasaray.

Dampak Kekalahan bagi Juventus

Kemenangan 3-0 dalam 90 menit menunjukkan respons karakter Juventus di tengah tekanan dan kekurangan pemain. Namun kegagalan mempertahankan momentum di extra time mempertegas masalah konsistensi yang sudah terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Tersingkir dari Liga Champions menambah tekanan terhadap skuad yang sebelumnya juga gugur di Coppa Italia dan tergelincir di klasemen Serie A. Kebangkitan di Turin menjadi bukti daya juang, tetapi hasil akhir menegaskan bahwa detail kecil, termasuk kartu merah dan kesalahan individu, kembali menjadi pembeda dalam momen krusial musim mereka.

Exit mobile version