Kapten Liverpool Terus Menangis Usai Juara Karena Dua Alasan Ini

Kapten Liverpool Terus Menangis Usai Juara Karena Dua Alasan Ini

Kapten Liverpool terus menangis. Di dada Jurgen Klopp menangis. Di pelukan ayahnya menangis. Rupanya ada dua alasan.

Dari berbagai cuplikan video terlihat kapten Liverpool Jordan Henderson tak bisa menahan air mata begitu peluit panjang ditiup mengakhiri kemenangan 2-0 atas Spurs di partai final Liga Champions di Madrid, tadi malam. Ada apa?

Kapten Liverpool Jordan Henderson itu langsung roboh ke atas lapangan usai peluit panjang ditiup wasit Damir Skomina asal Slovenia. Ia tak bisa menahan emosinya. Ia terus menangis saat berada di pelukan pelatih Jurgen Klopp, yang kelihatan shock sang kapten berderai-derai air matanya seperti itu. Ia juga menangis lagi saat berpelukan dengan ayahnya, Brian Henderson. Rupanya ada dua alasan untuk itu.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Pertama, ia pernah berjanji kepada ayahnya saat masih berusia 10 tahun bahwa ia akan meraih trofi Liga Champions. Itu diutarakan saat dibawa oleh Brian Henderson, nama sang ayah, ke sebuah pertandingan final Liga Champions di Old Trafford 20 tahun silam.

“Saya sungguh sangat bangga. Sangat bangga. Sangat emosional. Air mata keluar dan saya mulai gemetaran,” kata Brian. “Ketika dia (Jordan) berusia 10 tahun, saya membawanya untuk nonton final Liga Champions di Old Trafford.”

“Ketika pertandingan selesai, dia berkata kepadaku, ‘Ayah, saya akan bermain di sana suatu hari’. Tidak sekali dia ngomong begitu, tapi dua kali!”

Sang kapten Liverpool Henderson menambahkan: “Saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin bermain di final Liga Champions. Kami tidak beruntung setahun yang lalu [kalah dari Real Madrid]. Dia layak mendapatkan ini. Saya senang bisa membawa pulang medali ini untuknya dan keluargaku.”

jadi rupanya emosi yang membuncah di dada kapten Liverpool itu terjadi karena ia sudah menanti selama 20 tahun untuk acara final ini. Henderson merasa itu akan datang tahun lalu, tapi mereka kalah di tangan Real Madrid.

Alasan kedua, dan tak banyak yang tahu bahwa Brian seorang survivor kanker. Ia selalu minta Jordan tak usah ikut saat menjalani chemotherapy. Dan kini ia masih bisa menyaksikan anaknya mengangkat trofi yang paling bergengsi di dunia sepak bola Eropa, Liga Champions. Lihat perayaan mereka saat sang kapten menerima trofi dan membawanya ke depan skuadnya di tribun juara.