Kebiasaan Buruk Chelsea Pecat Manajer Berbuah Manis, Tiga Pemecatan Berujung Tiga Final Liga Champions

Gilabola.com – Yakinlah bahwa kebiasaan buruk Chelsea dikit-dikit pecat di tengah musim akan berlanjut, karena terbukti itu jadi resep sukses mereka di Eropa. Sudah tiga kali Roman Abramovich pecat pelatih di tengah musim, tiga kali pula lolos ke final Liga Champions.

Tidak ada pekerjaan yang lebih bikin stress daripada menjadi manajer Chelsea. Dikit-dikit pecat. Kalau tak percaya coba tanyakan itu pada Frank Lampard. Menyandang gelar sebagai legenda klub dan salah satu figur kesayangan para pendukung tak menjamin posisinya aman, dihentikan pada bulan Januari 2021 dan digantikan oleh Thomas Tuchel mulai 26 Januari 2021.

Namun di masa lalu, klub biru London itu membuktikan bahwa kebijakan “dikit-dikit pecat” berujung manis dengan tiga pergantian manajer di tengah musim sukses menghadirkan final Champions League.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Kasus pertama adalah pada musim 2007/08, saat Jose Mourinho dipersilakan pergi meninggalkan klub dan Avram Grant masuk, yang membantu Chelsea lolos ke partai puncak sebelum dihentikan dalam adu penalti melawan Manchester United musim itu.

Sukses kedua terjadi saat The Blues lolos ke final 2011/12 di bawah manajer baru, dengan Andre Villas-Boas dipecat pada pertengahan musim serta digantikan oleh Roberto Di Matteo, yang kemudian sukses membawa Chelsea meraih trofi kuping besar dengan adu penalti atas Bayern Munich di final.

Channel Gilabola di Youtube

Sejarah kini terulang kembali setelah Tuchel menggantikan Frank Lampard pada Januari 2021. Sang pelatih Jerman yang dikenal keras kepala dan maunya sendiri itu telah sukses membawa Chelsea ke final Piala FA dan final Liga Champions dan juga membawa klub tersebut ke posisi empat besar di Premier League.

Perubahan manajerial tidak hanya membantu Chelsea di ajang Champions League. Sebanyak enam dari tujuh final terakhir di ajang Eropa (termasuk Liga Europa) terjadi setelah memecat pelatih kepala mereka di tengah-tengah musim tersebut. Resep “dikit-dikit pecat” hanya tidak diberlakukan pada musim 2018/19, ketika Maurizio Sarri memenangkan trofi Liga Europa tanpa pergantian manajer pada tengah musim.

Kini klub biru London itu akan menghadapi klub biru Manchester untuk final Eropa di Istanbul Turki pada 29 Mei 2021. Kedua tim biru ini dikenal jagoan dalam menjaga gawang tetap bersih atau minim kebobolan sehingga bisa Anda perkirakan lah bagaimana partai puncak itu nanti berakhir. Kemungkinan akan ada adu penalti lagi.

AHABET
AHABET