Konspirasi Dua Klub London Untuk Bikin Arsenal Menangis

Konspirasi Dua Klub London Untuk Bikin Arsenal Menangis

Dua klub London ini bisa saja menjalin konspirasi untuk membuat para pemain Arsenal dan pendukungnya menangis. Begini caranya.

Jelang laga hari terakhir musim Liga Inggris, Arsenal duduk di urutan kelima dengan perolehan poin 67. Itu posisi di luar jatah Liga Champions musim depan. Bukankah secara matematis The Gunners masih bisa naik ke ranking keempat menggsur Tottenham Hotspur? Ya bisa, tapi kecil kemungkinannya.

Di matchday terakhir musim Spurs perlu kalah dengan lebih dari empat gol tanpa balas, sementara Arsenal perlu menang lebih dari empat gol tanpa balas untuk menggusur posisi rival sesama London Utara itu. Tottenham menghadapi tamu kelas berat, Everton, tapi meski pun kalah akan sulit melihat skor 0-4.

Jadi, peluang untuk itu terjadi sangat kecil. Artinya, selang tiga-empat jam lagi The Gunners akan tetap finish di urutan kelima Premier League dan satu-satunya jalan masuk ke Liga Champions adalah dengan menjuarai Liga Europa.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Di sinilah peran Chelsea muncul. Jika mereka mau membuat Arsenal dan para pendukungnya menangis, kalahkan The Gunners saat final Liga Europa di Baku, Azerbaijan. Jika itu terjadi maka Chelsea dua kali mencegah Arsenal lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions. Sekali di liga lokal, sekali di kompetisi Eropa.

The Blues akan lolos ke final sebagai juara Europa League, namun jatah The Blues sebagai tim urutan tiga tidak diwariskan ke Arsenal di urutan kelima Premier League, melainkan sesuai aturan UEFA, jatuh kepada RB Salzburg, juara Bundesliga Austria. Tim dari divisi urutan 11 di UEFA itu akan langsung masuk ke babak penyisihan grup, tak perlu melalui kualifikasi lagi.

Satu-satunya cara skuad Unai Emery lolos ke kompetisi elit Eropa tahun depan adalah dengan menang di Baku, Azerbaijan, pada 30 Mei mendatang. Jika Arsenal menang maka sesuai aturan UEFA, mereka dan Chelsea sama-sama bermain di babak penyisihan grup Champions League musim depan. The Blues lolos dari jatahnya urutan ketiga, The Gunners lolos sebagai juara Europa League.

Arsenal akan tandang ke Burnley pada hari terakhir musim, dua jam lagi. Bukan lawan mudah, tapi akan lebih mudah ditaklukkan daripada sejumlah lawan sulit tim enam besar lainnya. Tengok misalnya Liverpool yang bertemu The Wolves. Wow, sangat berpotensi terjadi kejutan.