Konspirasi Hancurkan Liga Champions Disutradarai 4 Konglomerat Amerika, Satu Shiekh Arab, Satu Investor China

Gilabola.com – Jika Anda hendak mencari kambing hitam untuk pembentukan Liga Super Eropa, kompetisi yang akan menghancurkan Liga Champions saat ini, salahkanlah empat konglomerat Amerika ini, satu sheikh Uni Emirat Arab, satu investor China, satu pengusaha merangkap politisi Rusia dan dua raksasa sepak bola Spanyol.

Rencana pemisahan diri 12 klub terbesar di Eropa dari struktur sepak bola benua itu dikendalikan oleh sejumlah pemilik kaya raya, dengan banyak di antaranya memiliki investasi di tim olahraga lain di seluruh dunia. Tiga dari enam tim Inggris yang terlibat dimiliki konglomerat asal Amerika Serikat. Sisanya dari Arab, China dan Rusia, seperti dilaporkan oleh CNN.

Keluarga super tajir Glazer menjadi figur utama di belakang layar Manchester United sejak pengusaha Malcom Glazer, yang meninggal pada tahun 2014, membeli tim tersebut pada tahun 2005.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Sementara itu John W. Henry, pendiri Fenway Sports Group yang juga memiliki Boston Red Sox di Major League Baseball, memimpin Liverpool. Dan perusahaan induk Stan Kroenke berada di belakang Arsenal, selain memegang saham sejumlah tim olahraga di AS. Dua di antaranya yang paling menguntungkan adalah LA Rams dari NFL dan Denver Nuggets dari NBA.

Pengusaha merangkap politisi Rusia Roman Abramovich mengambil alih Chelsea pada tahun 2003 dan investasi besar-besaran yang dilakukan olehnya mengangkat The Blues ke puncak sepak bola Inggris. Langkah serupa dilakukan oleh Sheikh Mansour, wakil perdana menteri Uni Emirat Arab, membantu Manchester City memuncaki sepakbola Liga Inggris. Tottenham Hotspur adalah satu-satunya tim Premier League dengan bos Inggris di belakangnya, milyarder Joe Lewis.

Channel Gilabola di Youtube

Raksasa Spanyol Real Madrid dan Barcelona mengikuti satu model kepresidenan yang unik dalam sepak bola Eropa. Sejumlah kandidat mengikuti proses pemilu yang biasanya sangat panas, dipilih oleh puluhan ribu anggota klub, dan diminta untuk memberikan dukungan finansial yang besar dan kuat terhadap klub jika terpilih.

Pengusaha konstruksi Florentino Perez telah menjadi Presiden Real Madrid sejak 2009. Sementara Joan Laporta mengambil alih kepemimpinan Barcelona bulan Maret 2021, setelah masa jabatan yang penuh gejolak dari Josep Maria Bartomeu menimbulkan kekhawatiran bahwa superstar Lionel Messi akan meninggalkan tim pada musim panas tahun ini. Tapi sepertinya terpilihnya Laporta tidak akan menggagalkan kepergian La Pulga.

Atletico Madrid memiliki model bisnis yang lebih tradisional dengan pengusaha Miguel Angel Gil Marin memiliki saham mayoritas di dalam tim itu.

Pemilik Inter Milan asal China, Suning Holdings Group diketuai oleh Zhang Jindong, mengambil alih dari keluarga Moratti asal Italia pada 2016. Saingan lokalnya, AC Milan, memiliki investor asal Amerika di belakangnya, perusahaan investasi Elliott Management Corporation, dijalankan oleh manajer hedge fund Paul Singer.

Juventus, tidak seperti kebanyakan tim yang terlibat, telah dimiliki oleh keluarga industrialis Agnelli selama hampir satu abad. Kekayaan kelompok itu dibangun di belakang perusahaan mobil Fiat, yang didirikan oleh Giovanni Agnelli pada tahun 1899.

AHABET
AHABET