Kronologis Skorsing Manchester City Dimulai Oleh Peretasan Email

Kronologis Skorsing Manchester City Dimulai Oleh Peretasan Email

Gila Bola – Manchester City menang dalam bandingnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menyangkut skorsing Liga Champions oleh UEFA. Itulah keputusan yang diumumkan Senin sore oleh lembaga di Swiss tersebut.

Keputusan memenangkan Manchester City tersebut berarti bahwa Kevin de Bruyne dan kawan-kawan akan tetap ikut serta dalam kompetisi Liga Champions musim 2020/2021 dan 2021/2022. Dan keputusan itu juga berarti bahwa urutan ketujuh klasemen Liga Inggris tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa karena dibatalkannya skorsing Manchester City.

Sedikit saja yang tahu bahwa meski pun hukuman itu baru dijatuhkan oleh UEFA pada Januari 2020, tapi sebenarnya kasus penyelidikan skorsing Manchester City sudah dimulai jauh sebelumnya, tahun 2018, melalui serangkaian peretasan dan bocornya isi email.

Ini kali pertama kalinya UEFA menjatuhkan skorsing klub untuk periode dua tahun, bukan satu tahun. Ini merupakan hukuman berat yang pertama kalinya dijatuhkan oleh otoritas sepak bola Eropa itu.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Ini juga pertama kalinya Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) harus berurusan dengan kasus yang berpusat pada dan peretasan dan bocornya isi email. Investigasi oleh UEFA dimulai setelah serangkaian email diterbitkan di majalah Jerman Der Spiegel pada November 2018 yang menuding Manchester City melakukan sejumlah pelanggaran.

Pada 5 November 2018 Der Spiegel mengklaim Manchester City dan sponsor mereka memanipulasi kontrak, atau memperbesar nilai kontrak, untuk menghindari peraturan Financial Fair Play (FFP) UEFA. Der Spiegel mengklaim bahwa klub tersebut diduga menyesatkan UEFA dengan tidak mengungkapkan bahwa ada aliran uang uang kepada klub tersebut dari pemilik Abu Dhabi, Sheikh Mansour melalui sponsor yang dikaitkan dengannya, dan secara artifisial meningkatkan nilai iklannya untuk membantu memenuhi aturan FFP yang mengharuskan klub untuk mencapai titik impas.

City mengatakan pada saat artikel itu diterbitkan bahwa mereka tidak akan berkomentar dan upaya untuk merusak reputasi mereka terjadi secara “terorganisir dan terang-terangan.”

Manchester City kemudian mengulangi pernyataan yang mereka keluarkan itu, mempertahankan posisi mereka dan merujuk pada “materi di luar konteks yang diduga diretas atau dicuri dari City Football Group dan personel Manchester City serta orang-orang yang terkait.”

Mengutip email di antara para petinggi Manchester City yang diklaim telah diperolehnya, majalah Jerman Der Spiegel menuduh bahwa Sheikh Mansour, anggota senior keluarga kerajaan Abu Dhabi, memasukkan uang ke klub itu melalui perantaraan sponsor City.