Kylian Mbappe Kritik Keras Mental Real Madrid Usai Kekalahan Telak di Portugal

Gilabola.comKylian Mbappe harus melihat lesakan dua golnya menjadi sia-sia usai kekalahan 4-2 Real Madrid dari Benfica, hasil yang membuat sang penyerang mengkritik keras mentalitas yang ditunjukkan timnya.

Madrid secara mengejutkan harus menjalani malam yang sulit di Lisbon setelah kekalahan telak yang mengejutkan dari tuan rumah, membuat tiket lolos otomatis ke 16 besar mereka melayang.

Padahal Mbappe sudah tampil produktif di laga itu, mencetak dua gol untuk membuat koleksi golnya di Liga Champions mencapai 13 gol, sayangnya catatan itu masih belum cukup.

Penyerang internasional Prancis itu membawa timnya unggul dulu menit ke-30, tapi kemudian berbalik tertinggal menjadi 3-1 setelah Andreas Schjelderup mencetak dua gol dan penalti Vangelis Pavlidis.

Mbappe sekali lagi memberi harapan bagi Real Madrid dengan golnya menit ke-58, sayangnya drama justru terjadi di masa injury time saat dua pemain mereka dikartu merah yaitu Raul Asencio dan Rodrygo.

Anatoliy Trubin kemudian mencetak gol keempat bagi Benfica menit ke-90+8 dan mengubah skor menjadi 4-2, sekaligus mengeliminasi Madrid dari zona lolos otomatis ke 16 besar.

Statistik Benfica vs Real Madrid

  • Tembakan : 20-14
  • Tembakan ke arah gawang : 11-6
  • Penguasaan bola : 47-53
  • Operan : 288-595

Berbicara usai pertandingan, Mbappe memberikan evaluasi keras atas terhadap performa timnya. Penyerang Prancis itu menilai bahwa masalah utama timnya bukan terletak pada aspek teknik atau taktik.

Menurutnya, perbedaan utama terletak pada hasrat bermain, dengan Benfica menunjukkan keinginan dan tekad lebih besar untuk memenangkan pertandingan.

Dia menilai bahwa kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar menuju pertandingan ini, dengan Madrid mengincar lolos otomatis dengan finis di delapan besar, sementara Benfica berjuang menembus 24 besar.

Menurut Mbappe, daya juang dan semangat tanpak jelas dari kubu tuan rumah dan itu akhirnya menjadi masalah besar bagi Real Madrid yang tidak menunjukkan daya juang yang sama.

Dia juga menyinggung masalah konsistensi timnya, dengan mereka menunjukkan kualitas yang jauh berbeda di laga melawan Benfica dibandingkan yang mereka tampilkan di laga-laga sebelumnya.

Sebelum pertandingan ini, Real Madrid menampilkan performa yang mengesankan dalam kemenangan 2-0 atas Villarreal di La Liga, tapi mereka menunjukkan penurunan drastis melawan Benfica.

Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena sekarang jadwal mereka di Februari berubah, dengan mereka harus memainkan dua pertandingan tambahan untuk babak play-off.

Opini Gilabola

Sudah mencetak dua gol tapi tim tetap kalah, wajar jika Mbappe ngamuk dan rekan-rekannya butuh tamparan untuk sadar bahwa bakat saja tidak cukup. Kini, babak play-off bisa jadi momentum kebangkitan jika dijadikan alarm kebangkitan.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!