Liga Champions Pada Pep Guardiola: Anda Belum Beruntung, Coba Lagi!

Liga Champions Pada Pep Guardiola: Anda Belum Beruntung, Coba Lagi!

Berita Liga Champions - Manchester City di bawah Pep Guardiola tiga kali coba adu nasib di Liga Champions, tiga kali pula gagal mencapai semi final. Lihat faktanya.

Manchester City di bawah Pep Guardiola sudah tiga kali coba adu nasib di Liga Champions, tiga kali pula gagal mencapai babak semi final. Lihat faktanya.

Pep Guardiola menggaruk kepala gundulnya usai pertandingan leg kedua perempat final hari Kamis (18/4) di Stadion Etihad setelah hasil pertandingan memperlihatkan mereka kalah gol tandang dengan skor 4-4 lawan Tottenham Hotspur.

Gol Fernando Llorente pada menit 73 yang berbau handball serta dianulirnya gol Raheem Sterling di menit 95 permainan sudah cukup untuk memberi pasukan Mauricio Pochettino satu tiket di babak semi final. Spurs akan berhadapan dengan pembunuh dua raksasa, Ajax Amsterdam.

Gol Sterling pada menit kelima extra time laga di Etihad itu membuat stadion gemuruh oleh rasa sukacita kemenangan. Guardiola sudah merayakan golnya – tidak dengan sujud syukur – tapi dengan meloncat-loncat gembira layaknya Jurgen Klopp, maestro Liverpool. Selang semenit kemudian stadion sunyi senyap karena wasit Cuneyt Cakir asal Turki membatalkan gol Sterling dengan alasan Sergio Aguero sudah terlanjur offside saat menerima bola sebelum mengumpan ke striker Inggris itu.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
RatuCasino77
RatuCasino77

Tapi yang lebih menarik adalah membahas nasib The Citizens. Ini adalah tahun ketiga Guardiola mengasuh skuad Manchester City. Tahun ketiga pula mereka maju di ajang pemilihan satu calon semifinalis kompetisi Liga Champions, dan ketiga kalinya pula gagal menang.

The Skyblues justru berhasil lolos ke semifinal kompetisi elit Eropa itu ketika masih diasuh pelatih sebelumnya, Manuel Pellegrini. Mereka pada musim 2015-2016 itu di tahap penyisihan grup kalah dua kali dari Juventus, menang dua leg atas Borussia Moenchengladbach dan Sevilla, sebelum menang atas Dynamo Kiev (0-0 dan 3-1) pada 16 besar dan PSG (1-0 dan 2-2) di perempat final. Langkah City terhenti di tahap semi final setelah main 0-0 di kandang tapi kalah 1-0 dari Real Madrid di Bernabeu.

Sementara sejak dipegang oleh Guardiola, Manchester City justru tersingkir di babak 16 besar tahun berikutnya (2016-2017) di tangan AS Monaco yang saat itu masih bergelimang bintang termasuk Kylian Mbappe, dengan skor 5-3 kandang dan 1-3 tandang. Kalah 6-6 agregat karena gol tandang lawan.

Musim 2017-2018 tersingkir di babak perempat final di tangan Liverpool dengan skor 1-2 kandang dan 0-3 tandang. Dan akhirnya di musim ini (2018-2019) kalah lagi di babak delapan besar di tangan Tottenham. Skor 0-1 dari leg pertama di kandang Spurs diikuti dengan 4-3 di Etihad. Agregat 4-4 dan untuk kali kedua The Skyblues tersisih di babak sistem gugur Liga Champions akibat gol tandang lawan.