Liga Champions Pertama Barcelona Tanpa Messi, Eh Satu Grup Dengan Bayern yang Kalahkan Mereka 2-8

Gilabola.com – Ronald Koeman akan berusaha membuktikan Barcelona bisa melaju jauh di Liga Champions tanpa Lionel Messi, namun alam semesta sepertinya kurang mendukung setelah drawing Liga Champions mempertemukan mereka dengan Bayern Munchen yang mengalahkan mereka 2-8 pada tahun 2020.

Pada perempat final Champions League 2019/2020, Barca dipermalukan Robert Lewandowski dan kawan-kawan dengan delapan gol, berbalas hanya dua gol saat tim asuhan Hansi Flick itu menemukan resep tepat melawan dominasi bola yang dimainkan Lionel Messi dan kawan-kawan.

Ini merupakan musim pertama Barca tanpa Lionel Messi. Sebenarnya absennya La Pulga tidak akan terlalu berpengaruh setelah klub raksasa La Liga itu gagal lolos ke final Liga Champions dalam enam musim terakhir.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Kali terkini Blaugrana merebut gelar juara adalah ketika mereka melaju ke final tahun 2015 dan mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 pada partai puncak yang digelar di Olympiastadion di Berlin, Jerman.

Sebelum itu mereka menang dengan skor yang sama persis 3-1 atas tim raksasa Liga Inggris, Manchester United, pada final 2011 di Wembley Stadium di London. Itu merupakan kali kedua Setan Merah dihabisi oleh Barca setelah dua musim sebelumnya kalah dengan skor 2-0 pada partai final UCL di Stadio Olimpico di Roma.

Sepanjang sejarah penyelenggaraan kompetisi sepak bola elit Eropa ini, sudah delapan kali Barcelona melaju ke final kompetisi Eropa. Tiga kali gagal menjadi juara dengan ketiga momen ini terjadi sebelum Lionel Messi bergabung (1961, 1986 dan 1994).

Pada lima kesempatan lain ketika Blaugrana melaju ke partai puncak, dengan empat kali diperkuat La Pulga, lima kali pula mereka berhasil merebut trofi juara, yaitu pada 1992, kemudian 2006, 2009, 2011 dan terakhir pada 2015.

Jika Ronald Koeman berhasil membawa Barcelona melaju sampai ke final maka ia akan membuktikan diri bawah skuad mereka selama ini terlalu bergantung pada Messi seorang dan menyebabkan suplai bola kepada pemain lain terhambat. Ada banyak hal yang akan coba dibuktikan oleh sang pelatih Belanda pada musim 2021/22 ini.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO