Lima Alasan Dortmund Tertawa dan Barcelona Menangis Nanti Malam

Lima Alasan Dortmund Tertawa dan Barcelona Menangis Nanti Malam

Ada lima alasan mengapa Borussia Dortmund akan tertawa dan sebaliknya Barcelona menangis di ajang Liga Champions nanti malam.

Perjumpaan Dortmund vs Barcelona akan terjadi Rabu (18/9) pukul 02.00 dinihari di Signal Iduna Park, yang merupakan laga kedua Grup F Liga Champions setelah pertandingan Inter vs Slavia Praha berlangsung dua jam sebelumnya di San Siro.

Dortmund boleh sedikit optimis bahwa mereka akan menang atas anak buah Ernesto Valverde guna meletakkan langkah pertama kelolosan ke babak 16 besar Liga Champions musim ini. Ada lima alasan bagi skuad Lucien Favre untuk bergairah bahwa mereka akan menang.

Jimat Barcelona Tidak Bermain

Barcelona membawa serta Lionel Messi ke Jerman untuk laga perdana mereka di Liga Champions musim ini. Tapi kemungkinan besar La Pulga tidak dimainkan sebagai starter setelah gagal turun dalam semua laga liga domestik sejauh ini akibat cedera betis.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Messi sudah berusia 32 tahun, tetapi musim lalu ia mencetak 12 gol dalam kompetisi Liga Champions, rekor gol tertinggi kedua dalam karirnya, sebelum Barca menyerah pada Liverpool di babak semi final. Rekornya mencetak 120 gol dalam 144 pertandingan kompetisi Eropa ini luar biasa. Jadi jika Messi sampai absen besok, itu merupakan keunggulan penting bagi BVB.

Kandang Dortmund Masih Menakutkan

“Dortmund sangat magis dengan para penggemarnya yang luar biasa dan Tribun Selatan-nya yang terkenal,” kata mantan pemain Barca, Paco Alcacer saat pertama kali bergabung ke Die Borussen. Tembok Kuning di Tribun Selatan itu memang sangat magis. Pemain ke-12 Dortmund yang menakutkan ini memberi efek tangguh pada tuan rumah. Tak satu pun dari lawan-lawan mereka di fase grup musim 2018/19 – Atletico Madrid, As Monaco atau pun Club Brugge – berhasil mencetak gol di Signal Iduna Park. Skuad Lucien Favre lolos ke babak sistem gugur dengan rekor pertahanan terbaik kompetisi musim lalu.

Mantan Pemain Barcelona Paco Alcacer

Paco Alcacer bergabung ke Dortmund – awalnya sebagai pemain pinjaman – dari Barcelona pada awal musim lalu setelah dua tahun merumput di Camp Nou. Dia gagal menembus skuad utama Blaugrana meski mencetak 10 gol dalam 37 penampilan di La Liga karena persaingan melawan Messi, Luis Suarez dan Neymar. Namun Alcacer belajar banyak dari pelatihan bersama para bintang Barca, dan pengetahuan Alcacer soal isi dapur Barcelona itu sekarang sangat berguna bagi Dortmund.

Mantan pemain Valencia ini mencetak gol dalam setiap pertandingan kompetitif untuk BVB dan negaranya musim ini, mencetak 10 gol dalam delapan pertandingan. Dia mencetak tiga gol dalam dua laga kualifikasi Euro 2020 untuk timnas Spanyol selama jeda internasional, dan mencatatkan lima gol dalam empat laga Bundesliga musim ini.

Bintang Dortmund Sedang Mengamuk

Siapa tidak kenal bintang anyar berusia muda, Jadon Sancho? Ia mencetak dua gol dan empat assist dalam empat laga Bundesliga pertamanya, selain memberi timnas Inggris dua gol selama jeda internasional kemarin.

Dia hanya mencatatkan satu gol dan satu assist dalam tujuh laga Liga Champions sejauh ini, tetapi pemain berusia 19 tahun tersebut sudah maju secara signifikan sejak Dortmund dikalahkan oleh Tottenham Hotspur di 16 besar musim lalu.

Tim La Liga Kalah 4-0 Musim Lalu

Jangan dilupakan bahwa raksasa La Liga Atletico Madrid kalah 4-0 di Signal Iduna Park musim lalu. Selain itu BVB hanya kalah tiga kali dari 15 pertandingan kandang mereka di kompetisi Eropa melawan tim-tim Liga Spanyol. Lima dari tujuh laga terkini telah dimenangkan Dortmund, diimbangi dengan hanya satu kekalahan.

Dan siapa yang bisa melupakan apa yang Dortmund lakukan terhadap Real Madrid di semi final Liga Champions 2013, saat Robert Lewandowski mencetak empat gol dalam kemenangan leg pertama 4-1 dalam perjalanan BVB mencapai final kompetisi tersebut.

Sementara kandang Dortmund adalah aset utama bagi mereka, tandang sama sekali bukan perjalanan yang menyenangkan bagi Barca. Pasukan Ernesto Valverde hanya menang empat kali dari 13 tandang terbarunya di kompetisi Eropa, dan masih sakit hati dengan tandang terakhirnya di luar negeri: kalah di leg kedua dengan skor 4-0 di Anfield, kemenangan yang didalangi oleh mantan pelatih Dortmund, Jürgen Klopp.