Site icon Gilabola.com

Lima Alasan Borussia Dortmund Bisa Kalahkan Real Madrid di Final Liga Champions

Borussia Dortmund vs Real Madrid - Final Liga Champions

Gila Bola – Borussia Dortmund akan bertemu Real Madrid di final Liga Champions yang akan digelar di Stadion Wembley, Minggu (2/6) dini hari. Tim asuhan Edin Terzic itupun yakin bisa kandaskan tim bertabur bintang asal Spanyol tersebut.

Saat ini, skuad BVB tinggal selangkah lagi mengangkat trofi Si Kuping Besar. Namun, mereka harus hadapi halangan besar terlebih dulu, yakni membungkam ambisi tim asuhan Carlo Ancelotti yang juga ngotot untuk menang.

Mampukah Borussia Dortmund wujudkan ambisi ini, setelah mereka terakhir kali tampil di final Liga Champions pada tahun 2013?

Berikut ini ada lima alasan mengapa klub Bundesliga itu yakin bisa kalahkan Madrid dan mengangkat trofi Liga Champions 2023/2024.

Ambisi Taklukkan Wembley

Sebelas tahun lalu, Jürgen Klopp tinggal 90 menit lagi amankan gelar juara Liga Champions kedua Dortmund. Ketika itu Die Borussen berhasil melaju ke final dan bertemu rival beratnya mereka, Bayern Munchen.

Namun, akhirnya, BVB kalah tipis dari rival domestik mereka tersebut, setelah Arjen Robben mencetak gol penentu kemenangan Bayern, 2-1, di akhir laga.

Momen itu seperti laga yang akan berlangsung melawan Real Madrid akhir pekan ini – sama-sama digelar di Wembley. Itu berarti, Dortmund akan kembali ke tempat yang pernah mengecewakan mereka.

Momen pertemuan BVB dengan Bayern pun nyaris terulang, sampai akhirnya Madrid kalahkan Die Roten 2-1 di menit-menit terakhir laga semi-final melawan Bayern, yang memastikan mereka tak akan bertemu Bayern di final seperti 11 tahun lalu.

Lawan Dortmund tentunya juga bukan tim yang mudah dikalahkan. Madrid sudah 14 kali menjadi juara di kompetisi bergengsi tim-tim papan atas Eropa tersebut. Namun, pastinya, tim Edin Terzic tak mau mengulang kekecewaan mereka 11 tahun lalu, dan akan berjuang ekstrakeras untuk menang.

Tentunya, tak ada cara lain yang lebih baik untuk mengusir kekecewaan yang sudah berusia lebih dari satu dekade itu, selain menang di stadion yang sama.

Momen Sempurna Marco Reus

Di skuad BVB saat ini, hanya ada DUA PEMAIN yang bermain di final Liga Champions 2013 melawan Bayern, yakni Mats Hummels dan Marco Reus.

Marco Reus sudah mengonfirmasikan bahwa dia akan tinggalkan Signal Iduna Park pada musim panas mendatang, dan pemain internasional Jerman itu – yang harusnya tercatat sebagai salah satu pemain terbaik di BVB, ingin mempersembahkan trofi Eropa sebelum dia hengkang.

Hanya ada tiga pemain lain – termasuk Hummels, yang tampil lebih banyak dibandingkan Reus yang sudah bermain dalam 428 pertandingan untuk Dortmund. Sementara Reus menduduki tempat kedua sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa BVB dengan 170 gol, Adi Preissler memimpin dengan 177 gol.

Satu hal kekurangan Reus di Dortmund adalah memenuhi almari trofi mereka. Dia datang pada tahun 2021 – semusim setelah BVB amankan gelar juga Bundesliga kedua secara berturut-turut – dan ini kali terakhir mereka berhasil merebut Meisterschale.

Sejauh ini, Reus baru mampu persembahkan dua gelar di Piala DFB, sehingga tak ada salam perpisahan yang lebih baik selain memenangkan trofi Liga Champion. Dia diyakini juga memiliki motivasi yang sama.

Hancurkan Raksasa Sepak Bola Eropa

Dortmund hadapi perjuangan yang tak mudah untuk merambah final Liga Champions. Mereka berada di Grup Neraka yang diisi finalis tahun 2020 dan juara Ligue 1, PSG, tim Inggris Newcastle United dan AC Milan.

Skuad Terzic memang kalah di laga pertama melawan PSG, tapi Dortmund berhasil bangkit dan tak hanya berhasil melaju ke babak sistem gugur, tetapi juga berhasil menjadi juara grup.

BVB kemudian lanjutkan perjuangannya ke babak 16 besar dan bertemu klub Eredivisie, PSV, yang hanya kalah dalam satu laga di kompetisi domestik. Namun, Die Schwarzgelben berhasil tunjukkan progres yang bagus dengan menang agregat, 3-1, sebelum akhirnya singkirkan Atletico Madrid dengan agregat 5-4 di perempat-final.

PSG kemudian melaju ke empat besar, tapi Les Parisiens kalah di kedua leg semi-final, dan Dortmund menang dengan keunggulan agregat 2-0.

Sepanjang perjalanan mereka menuju final, Dortmund sudah dihadapkan dengan berbagai tantangan, tapi berhasil melewati setiap ujian tersebut dengan gemilang. Karena itulah, tak ada alasan mereka tidak bisa lakukan hal sama dan kalahkan Los Blancos.

Lini Belakang Tangguh Dortmund

Sukses yang diraih Die Borussen musim ini tak terlepas dari solidnya lini belakang mereka. BVB berhasil amankan enam clean sheets di rentetan laga yang sudah mereka lakoni di Liga Champions musim ini, dan itu menjadi catatan terapik mereka sejak Liga Champions edisi 1997/98.

Singkirkan PSG – yang mencetak 19 gol dalam 10 pertandingan hingga mereka angkat koper, bermain tenang di laga kandang maupun tandang menjadi sesuatu yang sangat mengesankan.

Di kedua leg semi-final tersebut, Hummels tampil gemilang, hingga mengingatkan para suporter bagaimana bagusnya permainan bek berusia 35 tahun itu di masa lalu.

Dia menjadi Man of the Match di Signal Iduna Park maupun Parc des Princes, walaupun dia juga dibantu Nico Schlotterbeck yang bersama-sama dengannya di jantung pertahanan empat bek BVB. Mantan bek tengah Freiburg itu berhasil buktikan kemampuannya musim ini, di mana ia padukan kemampuan teknis yang nyata dengan kecerdasannya dalam bertahan dan kepemimpinannya di lapangan.

Statistik tunjukkan Dortmund punya lini pertahanan yang sangat kuat, di mana pasangan bek tengah mereka memimpin di Liga Champions musim ini, terutama dalam hal penguasaan bola dan tekel.

Sementara Hummels, ia bahkan bukukan gol penting di Paris untuk pastikan Dortmund melaju ke final. BVB juga memiliki kiper tangguh, Gregor Kobel, yang berhasil lakukan penyelamatan terbanyak dibandingkan kiper lain, yakni hingga 42 kali penyelamatan.

Melawan para pemain Madrid – seperti Jude Bellingham, Vinícius Júnior dan Rodrygo, lini pertahanan BVB tentunya harus tunjukkan permainan terbaik mereka. Namun, Dortmund sudah tunjukkan selama lebih dari 10 bulan lalu, bahwa mereka bisa hadapi siapapun!

Peforma Lini Serang Borussia Dortmund

Menjaga solidnya lini pertahanan hanyalah setengah dari perjuangan yang harus dilakukan, dan Dortmund juga harus bekerja keras di lini depan. Untungnya, Terzic punya banyak amunisi untuk menyulitkan dan timbulkan masalah bagi Madrid.

Sejauh ini, Niclas Füllkrug memimpin perolehan gol di Liga Champions dengan tiga gol, meskipun ia tawarkan permainan yang lebih dari sekedar mencetak gol.

Ia punya fisik dan kekuatan dalam menahan bola, hingga Dortmund bisa keluar dari masalah. Selain itu, ia juga kerap kali tunjukkan permainan yang menantang.

Selain itu, Jadon Sancho juga sudah tunjukkan penampilan luar biasa dalam beberapa pekan terakhir, dan ia sempat menimbulkan banyak masalah bagi PSG. Sedangkan pemain BVB lainnya, seperti Donyell Malen, Karim Adeyemi, Reus dan Julian Brandt, juga berikan kontribusi besar di saat-saat penting.

Secara keseluruhan, ada 12 pemain berbeda di skuad BVB yang telah mencetak gol di ajang Eropa musim ini, sementara Marcel Sabitzer memimpin daftar pencetak assist dengan lima assist-nya.

Lalu, ada pula Youssoufa Moukoko dan Jamie Bynoe-Gittens, yang bisa berikan pengaruh besar kepada tim dari bangku cadangan. Hal itu tentunya sudah lebih dari cukup untuk timbulkan kekacauan di tim asuhan Carlo Ancelotti akhir pekan nanti.

Data dan Fakta Pertandingan

Head to Head Borussia Dortmund vs Real Madrid

5 Pertandingan Terakhir Borussia Dortmund

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid

Exit mobile version