Site icon Gilabola.com

Lima Cerita Epik dari Final Liga Champions UEFA Borussia Dortmund vs Real Madrid

Lima Cerita Epik dari Final Liga Champions UEFA Borussia Dortmund vs Real Madrid

Gila Bola – Final Liga Champions UEFA yang akan digelar di Stadion Wembley pada 1 Juni mendatang menjanjikan banyak momen bersejarah dan drama yang tak terlupakan.

Stadion legendaris ini, yang telah menyaksikan begitu banyak sejarah sepak bola Eropa, akan menjadi saksi dari pertandingan antara Borussia Dortmund dan Real Madrid.

Pertemuan ini membawa sejumlah sub-plot menarik yang layak untuk diwaspadai, dan berikut hal-hal menarik yang layak dinantikan dari pertarungan final Liga Champions antara Dortmund vs Madrid.

Akhir Karir Reus dan Kroos

Marco Reus, yang dikenal sebagai “legenda hidup” oleh pelatih Edin Terzić, akan mengakhiri karirnya di Borussia Dortmund setelah 12 tahun yang luar biasa bersama klub.

Dengan 428 penampilan dan kontribusi luar biasa berupa 170 gol dan 131 assist, Reus telah menjadi ikon di Bundesliga. Musim ini akan menjadi penutupan yang sempurna bagi karirnya di klub masa kecilnya.

Di sisi lain, Toni Kroos dari Real Madrid juga akan memainkan pertandingan terakhirnya dalam karir klubnya. Pemenang Liga Champions empat kali ini memutuskan untuk pensiun setelah UEFA EURO 2024.

Gelandang internasional Jerman telah mencapai 150 penampilan di kompetisi ini dan berharap bisa menutup karirnya di puncak dengan satu gelar lagi di London.

Duel Bintang Muda Inggris

Pertarungan di Wembley juga akan menjadi ajang pembuktian bagi dua bintang muda Inggris. Jude Bellingham, yang baru pindah ke Madrid dari Dortmund, telah mencetak 23 gol dalam 40 pertandingan pertamanya di Spanyol. Penampilannya yang luar biasa membantu Real Madrid meraih gelar La Liga dan mencapai final Liga Champions.

Di sisi lain, Jadon Sancho, yang kini kembali ke Borussia Dortmund setelah masa yang kurang memuaskan di Manchester United, telah menemukan kembali performa terbaiknya.

Sancho, yang pernah menjadi harapan besar sepak bola Inggris, akan berusaha membuktikan bahwa dirinya masih memiliki magis untuk mengalahkan mantan rekan setimnya, Bellingham.

Ancelotti dan Ambisinya

Carlo Ancelotti akan berusaha memperpanjang rekornya dengan memenangkan Liga Champions untuk kelima kalinya sebagai pelatih. Dengan empat gelar yang sudah dimiliki, Ancelotti telah mengukir namanya dalam sejarah.

Pelatih berusia 64 tahun ini juga pernah memenangkan kompetisi ini dua kali sebagai pemain. Sebagai pelatih, dua gelarnya datang bersama AC Milan dan dua gelar lainnya bersama Real Madrid.

Ancelotti menyatakan kebanggaannya pada para pemainnya yang bekerja keras dan menciptakan atmosfer yang luar biasa. Dia menyebut skuad ini sebagai yang terbaik dalam karirnya dan berharap bisa menambah koleksi gelarnya di kompetisi elit Eropa ini.

Rekor Modrić dan Carvajal

Tidak hanya Ancelotti, dua pemain Madrid lainnya, Luka Modrić dan Dani Carvajal, juga mengincar rekor pribadi. Jika Real Madrid menang, mereka akan bergabung dengan Paco Gento sebagai pemain dengan enam gelar Piala Eropa.

Modrić dan Carvajal, bersama Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, saat ini memegang lima trofi Liga Champions, dan Toni Kroos juga bisa menyamai pencapaian tersebut.

Di sisi lain, Arda Güler dari Madrid dan Salih Özcan dari Dortmund berpotensi menjadi pemain Turki pertama yang memenangkan kompetisi ini. Mereka berharap bisa berkontribusi besar bagi tim mereka dan mencatatkan nama dalam sejarah sepak bola Turki.

Pertandingan yang Menjanjikan Gol

Sejarah pertemuan antara Borussia Dortmund dan Real Madrid menunjukkan bahwa pertandingan ini hampir selalu penuh dengan gol. Dari 14 pertandingan sebelumnya, tercatat ada 43 gol yang tercipta, dengan rata-rata 3,07 gol per pertandingan.

Empat pertandingan terakhir di antara kedua tim bahkan menghasilkan 17 gol, masing-masing pertandingan menghasilkan setidaknya empat gol yang dicetak di antara kedua tim.

Tren ini diharapkan berlanjut di final, mengingat empat final terakhir semuanya berakhir dengan skor 1-0. Fans netral akan berharap melihat banyak gol dalam pertandingan ini, meskipun itu mungkin membuat penggemar kedua tim merasa cemas.

Exit mobile version