Liverpool Bertemu Leipzig, Dua Tim Binaan Gerard Houllier

Gilabola.com – Liverpool dijadwalkan bertemu RB Leipzig di babak 16 besar Liga Champions setelah menjadi juara Grup G. Suporter The Reds pun sampaikan reaksinya atas hasil drawing yang digelar Senin (14/12) malam ini.

The Reds sebelumnya berpeluang mainkan laga dua leg melawan tim-tim seperti Leipzig, Porto, Sevilla, Barcelona, Atletico Madrid, Lazio dan Borussia Monchengladbach. Namun dalam drawing yang digelar di Nyom malam ini, skuad asuhan Julian Nagelsmann itulah yang akan bertemu dengan klub Merseyside tersebut.

Dengan leg pertama yang akan digelar di Red Bull Arena pada pertengahan Februari tahun depan, maka itu akan menjadi pertemuan pertama dalam sejarah kedua tim, walaupun keduanya kerap dikaitkan di bursa transfer belakangan ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Pada pagi hari ketika berita kematian menyedihkan Gerard Houllier diumumkan, secara kebetulan The Reds dan Leipzig kemudian diberitakan menjadi dua tim yang akan bertemu di 16 besar Liga Champions musim ini. Harus diakui, legenda sepak bola asal Prancis itu memiliki peran besar di kedua klub yang akan bertemu tersebut.

Houllier pernah mengasuh The Reds selama enam tahun, yakni pada tahun 1998 hingga 2004. Lalu, mulai dari tahun 2012 hingga menjelang ajalnya, Houllier tercatat sebagai kepala pembinaan sepak bola global di Red Bull – grup kepemilikan yang di antaranya bertanggung jawab atas Leipzig.

Fokus pada hal itupun membuat suporter Liverpool kemudian beraksi atas hasil drawing tersebut, yang tentunya menjadi pengingat atas warisan yang ditinggalkan Houllier.

“Gerard Houllier telah menjadi kepala pembinaan sepak bola global untuk Red Bull sejak 2012. Dia bertanggung jawab atas RB Salzburg, RB Leipzig dan New York Red Bulls. Beberapa menit kemudian, RB Leipzig vs Liverpool di babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan yang dibuat di surga #LFC,” demikian tulis pemilik akun Twitter CaptainCalcio, yang dilansir thisisAnfield.com.

“Pada hari di mana Gerard Houllier meninggal dunia, Liverpool dipertemukan dengan RB Leipzig (di 16 besar). Sosok hebat itu telah melayani kedua klub dalam kapasitas berbeda,” demikian ungkap suporter The Reds lainnya, pemilik akun 3ric20.

Gerard Houllier meninggal dunia di usia 73 tahun, beberapa hari setelah ia jalani operasi jantung. Sebelum mengasuh The Reds selama enam tahun, ia mengawali karirnya di Anfield sebagai manajer bersama-sama Roy Evans, sebelum akhirnya mengambil alih tanggung jawab secara penuh empat bulan kemudian.

Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern the Reds. Ia berhasil membawa klub Merseyside itu ke era baru, dalam hal fasilitas dan etika di dalam maupun luar lapangan.

Houllier juga tergolong sangat sukses. Saat memimpin Liverpool ia berhasil menyabet enam trofi, termasuk satu trofi Piala FA, Piala UEFA dan Piala Liga pada musim 2000/01, diikuti Piala Super UEFA dan kemenangan di Charity Shield pada tahun 2001 serta Piala Liga lainnya pada tahun 2003.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO