Liverpool Kalah 2-0 Gara-gara Blunder Pemain Terbaik Eropa Ini

Liverpool Kalah 2-0 Gara-gara Blunder Pemain Terbaik Eropa Ini

Liverpool kalah 2-0 di kandang Napoli tadi malam pada laga perdana Liga Champions gara-gara blunder pemain terbaik Eropa ini.

Virgil Van Dijk baru saja merebut gelar pemain terbaik Eropa selang tiga pekan silam, mengalahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Tapi pada laga Napoli vs Liverpool tadi malam di Stadio San Paolo, ia mempertontonkan sebuah blunder terbesar tahun ini.

Liverpool tengah tertinggal 1-0 gara-gara penalti Dries Mertens selisih sembilan menit sebelumnya. Satu gelombang serangan datang lagi dari tuan rumah Napoli. Bola berhasil diamankan oleh Virgil Van Dijk. Tapi apa yang terjadi? Tekanan berat dari dua pemain lawan menyebabkan sang bek tengah asal Belanda itu memutuskan mengirim umpan balik ke belakang, ke arah kiper Adrian.

Fernando Llorente melihat kesempatan baik, berlari kencang mendekat dan menyambar bola tadi ke gawang The Reds, menyebabkan skor 2-0. Ini merupakan balas dendam yang manis dari pasukan Carlo Ancelotti setelah musim lalu Liverpool menyingkirkan Napoli dengan produktifitas gol di babak penyisihan grup. Lihat blunder pemain terbaik Eropa itu.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Dengan kekalahan ini maka Liverpool menghuni urutan ketiga Grup E Liga Champions dengan RB Salzburg menguasai puncak klasemen usai menang besar 6-2 atas Genk di Red Bull Arena di Austria. Napoli berada di posisi kedua.

Dengan tinggi badan mencapai 193 centimeter, Van Dijk adalah bek tengah yang kuat secara fisik dengan kekuatan pada kaki kanannya. Ia biasanya tampil di sisi kiri pertahanan tengah meskipun ia juga bisa bermain sebagai bek tengah kanan.

Bek asal Belanda berusia 28 tahun itu dikaruniai kecepatan, teknik bermain bola yang baik, dan memiliki nafsu mencetak gol, serta merupakan salah satu eksekutor bola-bola mati yang efektif. Mengenai kemampuannya, mantan rekan setimnya di Celtic Kris Commons berkomentar bahwa van Dijk “sangat nyaman dengan bola”, juga mencatat bahwa “dia memiliki teknik yang bagus dan kaki kanan yang luar biasa. Dia bagus dalam bola-bola mati.” Sayangnya blunder pemain terbaik Eropa itu menghancurkan reputasinya.