Lolos Final Liga Champions Akan Menolong Citra Buruk Unai Emery di Jagat Bola Inggris

Unai Emery mempertaruhkan segalanya untuk lolos ke final Liga Champions malam ini. Sudah empat trofi level Eropa diraihnya dan ia masih dianggap remeh di jagat bola Inggris, akibat kegagalannya selama membesut Arsenal.

Tidak banyak manajer yang bisa meraih trofi di level Eropa, apalagi sampai empat piala. Dua manajer terkenal Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti hanya punya koleksi tiga trofi Liga Champions masing-masing. Emery punya empat!

Seluruh trofi Emery itu memang berada di level Liga Europa, yakni tiga kali beruntun bersama Sevilla (2014, 2015, 2016) dan satu saat mengasuh Villarreal musim lalu (2021), mengalahkan Manchester United di final kompetisi kasta kedua benua Eropa itu.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Manajer Spanyol berusia 50 tahun tersebut dikenal tidak fasih berbahasa Inggris dan memiliki logat yang aneh, termasuk ketika mengucapkan “Selamat malam” pada momen-momen jumpa pers, dengan kalimat “Good Ebening!” Kebiasaan media Inggris menjadi tukang ledek membantu merendahkan citranya di jagat bola Inggris.

Musim 2018/19 ketika ia mengasuh the Gunners, ia memiliki dua kesempatan untuk lolos ke Champions League. Tapi Arsenal disingkirkan Tottenham Hotspur pada hari terakhir musim dalam perebutan posisi keempat klasemen Liga Inggris dan kemudian kalah dari Chelsea pada final Liga Europa musim itu, dengan pemenang kompetisi akan lolos ke penyisihan grup Liga Champions musim depannya.

Emery kemudian dipecat selang enam bulan kemudian meski performanya sebenarnya tidak buruk-buruk amat, dan hanya rangkaian tujuh laga tanpa kemenangan yang menyebabkan manajemen the Gunners menjatuhkan keputusan pemecatan.

Sejujurnya, dua pemain yang menjadi motor tim, Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka masih terlalu muda waktu itu dan terlalu tidak berpengalaman. Skuad juga bergulat dengan sistem yang sudah selama bertahun-tahun diterapkan oleh Arsene Wenger dan sistem baru belum bisa menyatukan semua pemain.

Faktor Mesut Ozil juga memainkan peranan penting dalam kemerosotan klub dengan pemain senior itu terbukti disisihkan oleh Mikel Arteta setelahnya dan disingkirkan pula oleh klub Turki Fenerbahce pada tahun 2022.

Dan seperti ditegaskan oleh Guillem Balague dalam kolomnya di BBC, manajemen Arsenal diwarisi para pemain yang tidak tepat di posisi yang salah, dan harapan atas mereka jauh lebih besar daripada kenyataannya.

Sementara itu di Villarreal sendiri, Unai Emery sudah mendapatkan status pahlawan usai membawa timnya meraih gelar Eropa pertamanya usai mengalahkan Manchester United di final Liga Europa 2021. Itu sangat penting dalam membangkitkan kepercayaan diri tim bahwa mereka sanggup membuat kejutan besar.

Kini pada laga leg kedua semifinal Liga Champions pada Rabu dinihari (4/5), Emery butuh kemenangan dan membalikkan ketertinggalan agregat 0-2 agar bisa meraih penghargaan dan rasa hormat dari jagat bola Inggris.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaKejutan Liverpool! Luis Diaz dan Matip Disimpan, Klopp Pilih si Jangkung Konate
SelanjutnyaFakta-fakta yang Terjadi Selama Drama 5 Gol Semifinal Liga Champions Villarreal vs Liverpool