Site icon Gilabola.com

Makin Runyam! Presiden Benfica Bentrok Dengan Staf Real Madrid di Terowongan!

Presiden Benfica Rui Costa saat ribut dengan staf Real Madrid

Presiden Benfica Rui Costa saat ribut dengan staf Real Madrid

Rekaman dari terowongan Stadion Estadio da Luz muncul setelah beredar klaim adanya keributan yang melibatkan presiden Benfica, Rui Costa, dengan anggota delegasi Real Madrid usai pertandingan playoff Liga Champions.

Laga play off fase gugur antara Real Madrid dan wakil Portugal itu sempat terhenti sekitar 10 menit pada babak kedua. Penghentian terjadi setelah Vinicius Jr melaporkan dugaan pelecehan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Prestianni.

Menurut kronologi di lapangan, Prestianni terlihat mengatakan sesuatu kepada Vinicius sambil menutup mulut dengan bagian atas kostumnya. Winger asal Brasil tersebut kemudian melapor kepada wasit Francois Letexier. Sang pengadil memberikan isyarat menyilangkan tangan sebagai tanda adanya dugaan tindakan rasisme.

Tuduhan Rasisme dan Reaksi Kedua Pemain

Usai pertandingan, Vinicius Junior menuliskan pesan di Instagram dengan menyebut bahwa “rasis adalah pengecut”. Di sisi lain, Prestianni membantah telah melontarkan ujaran rasial.

“Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid,” ujar Prestianni.

Pertandingan itu sendiri berlangsung dalam atmosfer panas. Manajer Benfica, Jose Mourinho, bahkan mendapat kartu merah dalam laga tersebut. Ketegangan disebut berlanjut hingga ke area terowongan stadion.

Klaim Keributan di Terowongan

Jurnalis COPE, Manolo Lama, mengklaim bahwa Rui Costa terlibat konfrontasi fisik dengan seorang anggota delegasi Real Madrid di ruang ganti.

“Saya mengatakan ada perkelahian di ruang ganti, di mana presiden Benfica berada,” kata Lama.

Menurut laporan tersebut, situasi memanas ketika seorang anggota tim komunikasi Real Madrid terlihat merekam video interaksi para pemain kedua tim. Costa disebut meminta agar perekaman dihentikan. Ketika permintaan itu tidak diindahkan, presiden Benfica dilaporkan menyingkirkan tangan dari kamera dan dua kali menyentuh tubuh orang tersebut, seolah meminta agar tidak merekam lagi.

Benfica segera membantah tudingan itu melalui pernyataan resmi.

“Sangat tidak benar bahwa presiden Sport Lisboa e Benfica terlibat dalam argumen atau konfrontasi fisik dengan anggota Real Madrid. Ini adalah tuduhan yang sepenuhnya salah dan tidak berdasar,” demikian pernyataan klub.

Respons Benfica atas Tuduhan Rasisme

Selain membantah isu keributan, Benfica juga merespons tuduhan rasisme yang muncul dalam pertandingan tersebut. Melalui akun resmi mereka di platform X, @SLBenfica, klub membagikan video dari sudut pandang penonton.

Rekaman itu memperlihatkan para pemain Real Madrid bersiap melanjutkan pertandingan, serta momen ketika Vinicius berlari menuju ofisial untuk melaporkan dugaan insiden.

Dalam unggahannya, Benfica menyatakan bahwa berdasarkan jarak yang terlihat pada video, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka klaim telah didengar.

Kontroversi yang terjadi sepanjang laga ini menambah tensi dalam duel dua tim besar Eropa tersebut. Hingga kini, baik isu dugaan rasisme maupun klaim keributan di terowongan masih menjadi sorotan, dengan masing-masing pihak menyampaikan versi mereka sendiri.

Exit mobile version