Manchester United: Dimitar Berbatov Tak Terima Solskjaer Dikritik

Manchester United: Dimitar Berbatov Tak Terima Solskjaer Dikritik

Dimitar Berbatov berang dengan kritik yang diarahkan pada Ole Gunnar Solskjaer, setelah Manchester United dipermalukan PSG di Old Trafford.

The Red Devils gagal memanfaatkan kesempatan bermain di kandang pada pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions, usai takluk dua gol tanpa balas dari Les Parisiens, Rabu (13/02) dinihari WIB.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan pertama Manchester United setelah 11 laga tak terkalahkan di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih asal Norwegia itu dipercaya menjadi manajer sementara Setan Merah gantikan Jose Mourinho.

Advertisement
advertisement
advertisement

Kritik kemudian bermunculan ke arah Ole Gunnar Solskjaer usai laga tersebut. Tapi, Dimitar Berbatov beri pembelaan pada mantan striker itu, yang menurutnya telah berikan dampak apik di Manchester United.

Kritik Terhadap Solskjaer Sangat Menggelikan

“PSG tim yang kuat dan layak menang pada hari itu, tapi saya tidak merasa United bermain buruk. Komentar-komentar tentang Ole Gunnar Solskjaer dengan alasan ‘taktiknya ketahuan’, itu hal yang menggelikan,” sembur eks pemain Old Trafford yang pernah membela Manchester United pada 2008 hingga 2012 itu pada¬†Berfair.

“Dia telah membawa United ke empat besar musim ini, yang tidak disangka-sangka oleh siapapun. Namun, mereka kalah di satu pertandingan melawan tim penuh superstar dan masyarakat mulai berbicara omong-kosong lagi,” tambahnya.

“Ini yang terjadi akhir-akhir ini, tapi siapapun yang paham sepakbola tahu hasil bagus apa yang Ole telah lakukan,” tegas Berbatov.

Berharap MU Atasi PSG di Leg II

“Perbedaan besar pada Selasa [Rabu WIB] ialah pada gol pertama. Bahkan tim terbaik dan terkreatif kadang harus bergantung pada bola mati, yang memberikan PSG kepercayaan diri untuk menerapkan permainan dan mengontrol jalannya laga,” tambahnya.

“Cederanya Jesse Lingard dan Anthony Martial menjadi peranan penting karena United kalah dalam kecepatan dan ketajaman di lini depan. Kadang sulit bagi para pemain pengganti untuk cepat mengintegrasikan diri mereka ke jenis pertandingan seperti ini, dan PSG membuat Alexis Sanchez dan Juan Mata kesulitan,” ungkap Berbatov.