Manchester United Punya 3 Alasan Untuk Menang Lawan PSG Malam Ini

Manchester United Punya 3 Alasan Untuk Menang Lawan PSG Malam Ini

Manchester United memiliki tiga alasan untuk menang lawan PSG di ajang 16 besar Liga Champions malam ini (Rabu dinihari 13/2), tapi juga satu alasan untuk kalah, yaitu melulu menyerang dari sayap kiri. Baca selengkapnya.

Paris Saint-Germain datang ke laga di Old Trafford malam ini dalam kondisi compang camping. Pertama, mereka kehilangan Neymar dan Edinson Cavani yang cedera. Keduanya tidak mungkin diturunkan sama sekali, meninggalkan hanya Kylian Mbappe sebagai striker tunggal, dengan Angel Di Maria dan Julian Draxler sebagai penyokong di sisi kiri dan kanan.

Kedua, mereka dalam kondisi moral yang buruk. PSG tersingkir keluar dari ajang Piala Liga Prancis oleh Guingamp. Dan skuad Parisian ini juga baru saja kalah 2-1 dari Lyon dua pekan silam. Dalam teori sepak bola modern, PSG dalam kondisi yang “sangat mungkin untuk dikalahkan.”

BACA:  Prediksi Manchester United vs Liverpool, Liga Inggris 24 Februari 2019

Ketiga, Manchester United main di Old Trafford, dan karenanya memiliki keuntungan sebagai tim kandang.

Satu Alasan yang Bisa Bikin Manchester United Kalah

Tapi, nah ini yang paling penting. Ole Gunnar Solskjaer harus sadar bahwa ia selama ini selalu membangun permainan dari sisi sayap kiri. Hampir 45% serangan Manchester United di ajang Liga Inggris dimulai dari sisi kiri, sisanya 55% dari tengah dan kanan sekaligus. Jadi ini bisa dengan sangat mudah dibaca oleh manajer PSG Thomas Tuchel.

Advertisement
OLE777
OLE777

Membangun serangan dari sisi kiri ini sebenarnya tidak mengherankan. Paul Pogba selaku motor tim selalu mulai dari sisi kiri, didampingi Anthony Martial di sayap kiri dan juga bek sayap Luke Shaw di sisi kiri pertahanan. Tiga orang yang suka menyerang ini berkumpul di sisi kiri lapangan.

BACA:  Luke Shaw Bocorkan Sifat Asli Solskjaer

Solskjaer dipastikan akan meniru taktik pendahulunya, Sir Alex Ferguson, dalam bermain di kompetisi Liga Champions, jauh lebih konservatif. Memasukkan sistem 4-3-3 yang lebih terbuka ke dalam kotak dan memainkan 4-5-1 atau 4-4-1-1 yang jauh lebih aman. Pendekatan yang jauh lebih hati-hati dibandingkan Premier League.

Dilema Pertahanan Manchester United

Manchester United akan main lebih ke belakang. Tidak mungkin menekan lawan jauh tinggi di depan seperti yang biasa mereka lakukan karena sekalinya kehilangan bola, kecepatan lari Kylian Mbappe dalam serangan balik akan sulit untuk dihentikan. Tapi terlalu ke belakang akan memberi kepemilikan bola dengan mudah kepada PSG.

BACA:  Eric Cantona Komentari Solskjaer Dan Eks Pelatih Manchester United

Thomas Meunier tengah cedera. Jadi, sang manajer PSG harus memilih antara Dani Alves atau Thilo Kehrer. Alves kurang canggih sebagai bek, sementara Kehrer lebih suka berposisi bek tengah, bukan bek kanan. Dengan tendensi Manchester United membanjiri sisi kiri lini serang mereka dengan pemain, Tuchel kemungkinan akan menurunkan keduanya sekaligus. Alves bermain di depan Kehrer sebagai pelapis, guna mencegah Anthony Martial dan Paul Pogba bermain satu-dua dan membingungkan barisan pertahanan PSG.

Inilah titik lemah Setan Merah yang harus diperhatikan. Jika gagal mengatasi ini maka PSG akan berhail meredam serangan-serangan yang dikoordinasikan oleh Pogba, serta mengincar kesempatan dalam serangan balik Kylian Mbappe, menjelang leg kedua selang sebulan lagi.