Manchester United vs Bayern Munchen, Laga Fenomenal 1999 Diulang

Manchester United vs Bayern Munchen di Final Liga Champions 1999

Gilabola.com – Manchester United vs Bayern Munchen bertarung sengit pada babak Final Liga Champions 1999 di Barcelona, dan kini kita akan segera dapat menyaksikan ‘ulangan’ laga fenomenal tersebut, masih dengan pemain yang sama seperti David Beckham dan hadir juga Sir Alex Ferguson.

David Beckham akan bergabung dengan legenda-legenda besar tahun 1999 seperti Peter Schmeichel, Jaap Stam dan Paul Scholes dan mereka semua akan bermain dalam pertandingan amal khusus di Old Trafford.

Dan pemenang final Liga Champions tahun 1999 Manchester United akan siap berpesta lagi, seperti di tahun 1999.

Pertandingan Treble Union antara Manchester United vs Bayern Munchen yang digelar oleh Manchester United Foundation ini akan digelar pada hari Minggu malam 26 Mei 2019 di Old Trafford.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

David Beckham, Peter Schmeichel, Jaap Stam dan Paul Scholes adalah di antara nama-nama pemain final 1999 yang telah dikonfirmasi akan menjadi bagian dari pesta di Old Trafford yang akan digelar pekan depan dalam final ulangan antara Manchester United vs Bayern Munchen, di mana tim Sir Alex Ferguson kala itu melakukan hal mustahil di menit-menit akhir pertandingan dan mengakhiri laga dengan kemenangan 2 -1.

Peringatan 20 Tahun Final Liga Champions 1999

Untuk memperingati 20 tahun malam dramatis di stadion Camp Nou Barcelona, ​​Sir Alex Ferguson akan kembali ke tim yang pernah ia antarkan untuk memenangkan trofi bersama bos Bayern Munchen Ottmar Hitzfeld yang menjadi pelatih Munchen di era Lothar Matthaus, Stefan Effenberg dan Mario Basler.

David Beckham pun mengatakan: “Untuk menciptakan kembali final Liga Champions 1999 akan menjadi sebuah momen istimewa. Untuk memenangkan treble (Liga Champions, Liga Premier dan Piala FA) dengan cara yang kami lakukan seperti dahulu akan sangat fantastis.”

Schmeichel mengungkapkan bahwa meskipun itu dulu merupakan momen yang menyakitkan di mana Bayern kalah di final, unggul 1-0 sebelum akhirnya menyerah pada dua gol di masa injury time yang dicetak oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer, namun pertemanan antara kedua kubu semakin erat selama beberapa tahun kemudian.

“Saya tidak terkejut sama sekali bahwa mantan pemain Bayern setuju untuk bertemu lagi,” tambah mantan kiper United itu. “Mereka sangat menghormati. Saya berada di kubu Denmark yang mengalahkan Jerman Barat di final Piala Eropa 1992.”

“Kami mengundang mereka untuk makan malam dan ke pesta sesudahnya dan mereka semua bahagia. Pada tahun-tahun setelah kami memenangkan Liga Champions saya tetap berhubungan dengan sejumlah pemain Bayern terutama Oliver Khan.”

“Orang-orang cenderung melihat kekalahan kami di Barcelona sebagai momen hitam dalam sejarah Bayern. Namun mereka tidak menganggapnya begitu. Mereka melihatnya sebagai sebuah peluang untuk maju.”

“Mereka mencapai semi final Liga Champions tahun depan dan memenangkannya setahun kemudian.”

“Saya ingat Oliver berterima kasih kepada saya karena mengalahkan mereka dengan cara yang sangat aneh tetapi dia mengatakan itu membuat mereka menjadi pemain yang lebih baik. Mereka semua bereaksi dengan cara yang positif.”

Sheringham tahu bahwa setiap tulang di tubuhnya akan sakit setelah pertandingan reuni tetapi ia mengatakan: “Senang bisa diminta untuk kembali. Saya pikir ini adalah kesempatan yang bagus dan ide bagus untuk membuat pertandingan diulang lagi.”

Giggs mengakui bahwa beberapa menit terakhir kejayaan Liga Champions tidak akan pernah hilang dari pikirannya.

“Pada menit terakhir saya pikir ada sedikit keputusasaan merayap masuk,” kenangnya tentang laga Manchester United vs Bayern Munchen.

“Bola keluar dari sepak pojok dan saya hanya mengayunkan kaki kanan ke arah bola. Melihat ke belakang, saya senang itu tidak berada di kaki kiri saya karena mungkin akan berakhir di tribun!”

“Aku hanya senang ketika aku mendorongnya, Teddy ada di sana untuk melesakannya ke gawang. Lalu sebelum Anda menyadarinya, kami mendapatkan sepak pojok lain dan Teddy ada di sana lagi untuk menanduk bola ke arah Ole dan kami menang!”. Laga antara Manchester United vs Bayern Munchen pun kala itu ditutup dengan cara dramatis.

Dia tersenyum: “Sungguh saya seperti penggemar malam itu dan saya ingin menikmati apa yang terjadi sebanyak mungkin yang saya bisa. Anda melakukan apa yang dilakukan sebagian besar penggemar.”

“Tuhan tahu berapa lama kami berada di lapangan setelah pertandingan, tetapi itu adalah waktu yang lama. Saya pikir kami tidak kembali ke hotel antara jam 1 pagi sampai jam 2 pagi. Setelah kami melakukan perayaan. Kami akan berpesta seperti tahun 1999 lagi!”