Memangnya Berani Pecat Real Madrid, Barcelona, Man United, Man City, Juventus, Inter, Milan? TV Pasti Keberatan

Gila Bola – Seturut munculnya kabar Liga Super Eropa, maka FIFA, UEFA dan otoritas Liga Inggris mengancam akan menyingkirkan tim-tim yang terlibat sebagai pendiri klub pemberontak ini, termasuk Real Madrid, Barcelona, Manchester United dan Man City, selain tiga klub Serie A Juventus, Inter dan AC Milan. Tapi mereka itu sadar gak sih konsekuensinya?

Sejumlah klub kaya raya Eropa memanfaatkan situasi ketidakpastian akibat krisis kesehatan saat ini dan tercekiknya pemasukan akibat tak adanya penonton di dalam stadion untuk secara diam-diam dan penuh kerahasiaan membentuk European Super League.

Format dari kompetisi baru ini adalah 20 tim bertanding satu sama lain selama semusim penuh pada tengah minggu, dengan tetap bertanding pada liga-liga domestik mereka masing-masing. 20 tim itu terdiriĀ 12 tim utama para pendiri, plus tiga tim yang namanya belum diumumkan karena masih galau mau ikut atau tidak, serta lima tim terbaik dari lima liga elit Eropa.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Tidak ada sistem kompetisi liga kasta kedua seperti Liga Europa yang penontonnya sedikit dan minat para pembaca sekitar 10-20 persen dari traffic utama pembaca Liga Champions.

Ke-12 tim pendiri itu adalah Real Madrid, Barcelona dan Atletico dari pihak La Liga, kemudian enam raksasa dari Premier League akan ikut serta: Man United dan Man City, selain Liverpool, Arsenal, Chelesea dan Tottenham Hotspur. Tiga dari Serie A seperti sudah disebut di atas: Juventus, Inter dan AC Milan.

FIFA dan UEFA sudah mengutarakan keberatan mereka. Juga otoritas Liga Inggris. La Liga tak bisa berbuat banyak karena Florentino Perez bertindak sebagai ketua asosiasi kaum pemberontak ini, dengan Joel Glazer dari Manchester United sebagai wakilnya.

Kedua otoritas sepak bola dunia dan Eropa itu sudah mengancam akan memecat klub dari asosiasi mereka, selain melarang keterlibatan para pemainnya dalam event kelas dunia dan Eropa seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

Masalahnya, memangnya stasiun TV pemilik hak siar rela para pemain bintang terkenal dari klub-klub raksasa di atas seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Bruno Fernandes hilang dari layar mereka. Kalau otoritas sepak bola itu berani memecat klub-klub ini dan melarang para pemain bintangnya tampil maka akan ada tuntutan perdata entah berapa ratus trilyun rupiah yang dilayangkan para pemegang hak siar tersebut. Berani?

Jadi, dengan kata lain siap-siaplah melihat pesaing Liga Champions setiap tengah pekan, mulai Agustus 2022. Di masa lalu pemberontakan semacam ini pernah terjadi kok. Misalnya waktu pembentukan Premier League tahun 1992, dengan klub-klub besar dari English Football League memisahkan diri demi uang besar hak siar televisi. Sekarang, motivasi utamanya juga sama: duit luar biasa besar. Setiap tim yang berkomitmen ikut dijanjikan duit sebesar 6,1 Trilyun rupiah per musimnya. Dan tanpa ketakutan degradasi!