Newcastle United menutup fase gugur awal Liga Champions dengan satu pesan yang jelas: mereka tidak memilih lawan. Setelah menang 3-2 atas Qarabag dan memastikan agregat telak 9-3, Jacob Murphy tanpa ragu menyatakan kesiapannya menghadapi siapa pun di babak 16 besar, termasuk Barcelona atau Chelsea.
“Siapa saja,” kata winger Newcastle itu kepada Amazon Prime. “Dengan grup pemain ini, kami siap menghadapi siapa pun. Di fase gugur seperti ini, kami percaya diri. Siapa pun yang datang, hadapi saja.”
Pernyataan tersebut bukan sekadar respons spontan. Sikap itu mencerminkan perubahan mentalitas yang kini mengiringi perjalanan Newcastle di kompetisi tertinggi Eropa.
Mentalitas yang Berubah di Bawah Eddie Howe
Manajer Newcastle, Eddie Howe, menyuarakan keyakinan serupa. Target awal untuk menembus babak berikutnya sudah tercapai, tetapi ia tidak ingin perjalanan timnya berhenti sampai di sana.
“Kami harus percaya pada diri sendiri,” ujar Howe. Ia menilai timnya kerap menunjukkan performa terbaik saat menghadapi pertandingan sistem gugur atau laga satu kesempatan. “Kami pernah melihat versi terbaik dari diri kami ketika menghadapi tantangan besar.”
Dalam dua setengah pekan terakhir, Newcastle memang menunjukkan respons nyata. Awal bulan ini, mereka sempat dicemooh sebagian pendukung setelah kalah 3-2 dari Brentford di Premier League. Howe bahkan mengakui dirinya tidak bekerja cukup baik.
Namun setelah itu, skuadnya bangkit. Mereka memenangi empat dari lima laga terakhir di semua kompetisi dan memastikan tiket ke fase gugur utama Liga Champions. Para pemain disebut ingin “berjuang untuk manajer”, sebuah respons yang terlihat jelas di lapangan.
Produktivitas dan Bukti di Lapangan
Newcastle kini menjadi tim tersubur di Liga Champions dengan 26 gol. Mereka juga mencatat enam kemenangan dalam satu musim kompetisi untuk pertama kalinya.
Kemenangan atas Qarabag hanyalah bagian dari rangkaian hasil impresif. Mereka juga mengalahkan Benfica, PSV Eindhoven, Athletic Club, dan Union Saint-Gilloise.
Qarabag sendiri bukan lawan sembarangan. Klub asal Azerbaijan itu sebelumnya mampu menahan imbang Chelsea serta mengalahkan Benfica, Eintracht Frankfurt, dan Copenhagen. Namun Newcastle tampil dominan dalam dua leg.
Meski Howe menginginkan performa yang lebih baik dari timnya pada leg kedua yang dimenangi 3-2, rangkaian hasil tersebut menunjukkan mereka mampu bersaing dengan klub-klub papan atas Eropa.
Bulan lalu, Newcastle bermain imbang 1-1 melawan juara bertahan Paris Saint-Germain di Prancis. Pada laga pembuka kompetisi, mereka juga hanya kalah tipis 1-2 dari Barcelona. Bek Dan Burn menilai pengalaman menghadapi tim besar justru mengangkat level permainan timnya.
“Kami sudah menunjukkan itu, terutama melawan Paris Saint-Germain,” tulis Burn dalam catatan program pertandingan. Ia menilai timnya selalu meningkatkan performa saat menghadapi lawan yang secara reputasi lebih besar.
Tantangan di Liga dan Ambisi di Eropa
Di Premier League, Newcastle saat ini berada di peringkat ke-11. Pekerjaan rumah di kompetisi domestik masih banyak. Namun pengalaman di Liga Champions tidak lagi membuat mereka silau.
Sebagian besar pemain sudah merasakan atmosfer kompetisi ini sejak musim sebelumnya, termasuk saat menghadapi Paris Saint-Germain, Borussia Dortmund, dan AC Milan di grup berat. Mereka juga membawa pengalaman besar lainnya, termasuk mengakhiri penantian 70 tahun untuk meraih trofi domestik dengan mengalahkan Liverpool di final Carabao Cup Maret lalu.
Karena itu, undian babak 16 besar pada Jumat nanti disambut dengan antusias, bukan kecemasan. Mantan striker Newcastle, Dwight Gayle, menyebut ruang ganti tim lamanya akan bersemangat menanti lawan berikutnya.
“Mereka akan bersemangat siapa pun yang didapat,” kata Gayle kepada BBC Radio 5 Live. “Jika melawan Barcelona, itu akan jadi pertandingan luar biasa. Mereka lapar untuk melangkah lebih jauh.”
Dengan produktivitas tinggi, pengalaman menghadapi tim elite, serta mentalitas yang sedang terbangun, Newcastle memasuki fase gugur bukan sebagai peserta yang sekadar menikmati momen, tetapi sebagai tim yang merasa pantas berada di sana.

