Pertahanan Manchester United Bak Bocah Usia 10 Tahun, Kata Paul Scholes!

Gilabola.com – Pertahanan Manchester United kembali menuai kritik tajam usai kalah 2-1 di Istanbul Basaksehir pada laga ketiga Liga Champions di Stadion Fatih Terim, Kamis (5/11).

Usai kekalahan tersebut, pertahanan Manchester United disebut seperti permainan sepak bola bocah 10 tahun setelah para pemain bertahan bergerombol seperti ikan mujair di sepertiga lapangan lawan dalam proses terciptanya satu dari dua gol Istanbul Basaksehir pada pertemuan mereka di Liga Champions.

Mendapatkan sepak pojok di awal laga, para pemain Setan Merah semua maju ke sepertiga lapangan tuan rumah. Segera setelah United kehilangan bola, Edin Visca melepaskan umpan panjang dari dalam area penalti sendiri pada Demba Ba yang berlari sendirian sebelum mengalahkan Dean Henderson, dengan 10 pemain outfield tim tamu mengejar mantan bomber Chelsea itu. Itu untuk gol kebobolan pertama.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Setelah itu sekali lagi pertahanan pasukan Ole Gunnar Solskjaer membuat geleng-geleng kepala ketika tiga pemain United (Axel Tuanzebe, Juan Mata, Harry Maguire) justru saling memarking teman sendiri dalam proses gol kedua Basaksehir yang dicetak Edin Visca, sementara Luke Shaw jauh dari posisinya.

Usai kekalahan tersebut, legenda klub Paul Scholes pun mengkritik keras barisan pertahanan The Red Devils,tidak memahami pola pikir mereka dan bahkan menyebut mereka seperti anak-anak U10 tahun bermain sepak bola karena maju serentak seolah situasinya mereka sedang mencari gol menit-menit akhir.

“Itu sepenuhnya tergantung pada organisasi tim,” kata Paul Scholes. “Dalam situasi sepak pojok, Anda harus tahu bahwa pasti selalu ada pemain di belakang Anda. Ini seperti sepak bola di bawah 10 tahun. Anda bisa memahaminya jika ini menit terakhir dan Anda ingin mencetak gol.”

“Ini memalukan. Apa yang dilakukan empat bek itu, saya tidak tahu (maju serentak padahal laga baru berjalan 12 menit). Secara defensif, mereka harus mengambil tanggung jawab. Anda harus bertahan satu lawan satu di Manchester United dan mereka tampaknya tidak mampu melakukannya.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO