Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Pochettino Hanya Korban Kutukan Ajax, Enam Manajer Total

Mauricio Pochettino hanya korban “kutukan Ajax”. Enam manajer jumpa Ajax musim lalu di Liga Champions, enam-enamnya kehilangan pekerjaan.

Keberhasilan Ajax Amsterdam melaju ke semi final Liga Champions tahun lalu begitu dahsyatnya sampai-sampai enam manajer tim yang menghadapi De Joden sejak saat itu sudah kehilangan pekerjaannya, entah dipecat atau mengundurkan diri.

Sang pelatih Argentina dipecat oleh Tottenham pada Rabu (20/11) dinihari yang berarti enam pelatih dari enam tim yang ketemu Ajax Amsterdam musim lalu sudah kehilangan pekerjaan mereka. Dengan kata lain Pochettino hanya korban dari kutukan Ajax.

Seperti kita tahu Spurs kalah dari Ajax di London dengan skor 0-1, sebelum anak-anak Pochettino membalaskan dendam dengan tiga gol Lucas Moura yang dramatis dan mengubah skor leg kedua semi final di Amsterdam menjadi 2-3. Fakta bahwa mereka tidak dapat mempertahankan penampilan mereka pada musim baru telah menyebabkan pemecatan Pochettino tadi malam.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Jose Mourinho dengan cepat dipanggil tidak sampai 12 jam kemudian untuk menggantikan sang pelatih Argentina itu dengan klub yang berada pada urutan ke-14 di klasemen Liga Inggris. Tapi Tottenham bukan satu-satunya tim yang mengalami kehilangan manajer mereka usai menghadapi Ajax.

Kutukan Ajax Atas Athens dan Benfica

Sepasang kemenangan De Joden atas AEK Athens di babak penyisihan grup menyebabkan tim Yunani itu terdampar di bawah klasemen, di mana mereka menyelesaikan kompetisi tanpa poin. Marinos Ouzounidis selaku manajer kemudian mengundurkan diri pada bulan Februari setelah timnya tertinggal 14 poin dari pemimpin klasemen.

Benfica juga sangat kecewa setelah tersingkir lebih awal dari Liga Champions dan Rui Vitoria menebus kesalahan itu dengan pemecatannya pada bulan Januari setelah tiga setengah tahun bertugas.

Kutukan Ajax atas Bayern Munchen, Real Madrid, dan Juventus

Lawan Ajax lainnya di Grup E, Bayern Munchen, mengakhiri penyisihan grup di puncak klasemen. Dua hasil imbang dengan de Godenzonen sudah cukup untuk mengamankan posisi Niko Kovac, namun Sang Nasib membawa bertemu Liverpool – yang akhirnya menjadi juara – dan untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir Die Roten gagal masuk babak 16 besarLiga Champions. Dan bulan lalu Niko Kovac dipecat setelah gagal memenuhi harapan Bayern yang sangat ambisius.

Kemenangan Ajax yang paling terkenal musim lalu terjadi pada babak sistem gugur pertama melawan Real Madrid. Santiago Solari baru bertugas selama empat bulan sebelum mengklaim kemenangan pada leg pertama di kandang de Joden di Belanda untuk meredakan kekhawatiran yang berkembang tentang sebuah musim yang gagal.

Namun Erik ten Hag memimpin anak buahnya untuk meraih kemenangan 4-1 yang menakjubkan di Bernabeu dan Solari hanya bertahan enam hari sesudahnya, dipecat secara menyedihkan seteleh melepas posisinya di Real Madrid B.

Korban berikutnya adalah klub top Serie A, Juventus. Hasil imbang 1-1 di Johan Cruyff Arena membuat Juventus jadi favorit untuk lolos ke babak berikutnya sebelum gol-gol dari Donny van de Beek dan Matthijs de Ligt membawa Ajax meraih kemenangan di Turin. Dan korban terakhir atau keenam dari Ajax Amsterdam adalah Mauricio Pochettino yang dipecat tadi malam.