Profil Para Pemain Liverpool, Satu Diageni Dokter Gigi

Liverpool menyelesaikan latihan terakhir mereka sebelum final Liga Champions, Minggu, di Kyiv, Ukraina.
Liverpool menyelesaikan latihan terakhir mereka sebelum final Liga Champions, Minggu, di Kyiv, Ukraina.

Gilabola.com – Berikut ini adalah profil para pemain Liverpool yang akan bertarung melawan Real Madrid dalam final Liga Champions, malam ini. Satu di antaranya diageni oleh seorang dokter gigi.

Loris Karius. Penggemar Bayern Munich ini mengidolakan Oliver Kahn dan terinspirasi oleh kemampuannya menahan tiga tembakan penalti saat melawan Valencia pada tahun 2001 tetapi belum pernah terlibat dalam adu penalti di tingkat senior.

Trent Alexander-Arnold. Rumahnya dekat dengan lokasi latihan Liverpool di Melwood dan tinggal di rumah bersama dengan ibunya. Ia menjadi Duta Besar An Hour for Others, sebuah gerakan membantu mereka yang tersisihkan di masyarakat.

Dejan Lovren. Memiliki kedekatan dengan Mo Salah dan mengatakan bahwa Virgil van Dijk – bersama siapa dia telah membantu Liverpool mencatatkan 17 kali gawang bersih – telah meningkatkan permainannya. Keluarganya adalah orang Kroasia Bosnia yang melarikan diri ke Jerman selama perang saudara Bosnia dan dia sangat terlibat dengan aksi amal Help Refugees.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Virgil van Dijk. Lahir dari seorang ayah Belanda dan ibu Suriname. Bekerja sebagai pembantu di restoran Oncle Jean di kota Breda ketika dia berusia 16 tahun. Dia ingin menjadi eksekutor fre-kick Liverpool.

Andy Robertson. Pernah dites oleh Celtic pada usia 15 tahun tapi dilepaskan karena dinilai terlalu kecil. Ia kemudian bekerja di loket tiket di Hampden Park sebelum menjadi pemain profesional di Dundee United. Tak dipakai oleh Hull City musim lalu, sekarang salah satu favorit Jurgen Klopp dan The Kop.

Georginio Wijnaldum. Ingin menjadi pesenam dan tidak tertarik dengan sepakbola sebelum bergabung dengan Sparta Rotterdam dan kemudian Feyenoord.

Jordan Henderson. Pemersatu ruang ganti The Reds. Ia menolak pindah ke Fulham pada awal kepelatihan Brendan Rodgers di Liverpool. Rodgers ingin menggunakan dia sebagai barter untuk Clint Dempsey.

James Milner. Disebut sebagai ‘Milly the Machine’ oleh Jürgen Klopp untuk kemampuannya menutup lapangan. Saat melawan AS Roma ia mencetak gol bunuh diri setelah bola dengan lambang Liga Champions itu menghantam wajahnya. Tapi ia kemudian ngetwit, “Bagaimana caranya melepas logo Liga Champions ini dari wajah?” – menyebabkan fans membalas cuitannya secara gila.

Mohamed Salah. Begitu populer di Mesir sampai-sampai tidak perlu wajib militer pada tahun 2014 – menyusul intervensi oleh perdana menteri dan pelatih kepala tim nasional – dan menerima 1 juta suara dalam pemilihan presiden yang tidak diikutinya. Tinggal di Cheshire bersama istri Magi dan putrinya, Makka. Ia mengenakan kemeja No 74 di Fiorentina sebagai penghormatan kepada 74 penggemar yang tewas dalam bencana Port Said.

Roberto Firmino. Ditemukan oleh seorang dokter gigi, Marcellus Portella, yang melihatnya bermain untuk tim lokal Clube de Regatas Brasil dan segera menjadi agennya. Pernah dideportasi kembali ke Brasil saat berusia 17 tahun dari bandara Madrid karena bertengkar dengan pihak imigrasi Spanyol

Sadio Mané. Melakukan perjalanan ratusan kilometer dari desa asalnya di Senegal ke Dakar untuk melakukan uji coba yang sukses di akademi Génération Foot. Ayahnya pernah melarangnya bermain sepakbola. Hal pertama yang dia lakukan setelah direkrut oleh Liverpool adalah menelepon ibunya.

Simon Mignolet. Berbicara empat bahasa dan memiliki gelar dalam ilmu politik. Mengatakan kepada Klopp setelah kemenangan Hari Tahun Baru di Burnley bahwa rotasi kiper Liverpool “tidak menyenangkan”. Klopp setuju dan telah memainkan Loris Karius sejak saat itu.

Adam Lallana memiliki kakek seorang Spanyol dan tumbuh sebagai fans Everton. Wajahnya bisa menyebabkan ia mendapat order sebagai model menggantikan Cristiano Ronaldo.

Alberto Moreno, salah satu kakinya dihiasi dengan gambar simpanse memegang senjata dengan setelan jas dan headphone.

Nathaniel Clyne bermain selama empat musim di Championship bersama dengan Crystal Place pada tahun 2009 dan 2010 sebelum beralih ke Southampton pada tahun 2012.

Dominic Solanke mengerjakan ujian tes bahasa Inggris GCSE-nya sehari setelah mencetak gol untuk Inggris melawan Belanda di final U17 Eropa pada tahun 2014.

Danny Ings membuat dan mendanai Proyek Olahraga Bagi Kaum Disabilitas untuk membantu anak-anak di daerah Burnley.

Ragnar Klavan adalah orang Estonia pertama yang mencetak gol di Liga Inggris saat mencetak gol pemenang di menit keempat injury time dalam kemenangan 2-1 di Burnley.