PSG Empat Kartu Kuning, Satu Kartu Merah, Riyad Mahrez : Kalah Kok Ngamuk!

Gila Bola – Para pemain Paris Saint-Germain bermain kasar dan frustrasi utamanya sejak tertinggal dua gol dari Manchester City, gaya permainan keras yang disindir oleh Riyad Mahrez usai pertandingan, ‘Kalah kok ngamuk!’.

Pahlawan kemenangan Manchester City Riyad Mahrez mengklaim Paris Saint-Germain yang berada dalam keadaan tertinggal mulai kehilangan keberanian untuk bermain dan akhirnya membuat mereka bermain kasar di akhir pertandingan selama pertemuan mereka di leg kedua di Stadion Etihad.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Pasukan Pep Guardiola menembus final Liga Champions untuk pertama dalam sejarah mereka usai mengalahkan tim besutan Mauricio Pochettino di semifinal dengan keunggulan agregat 4-1, usai memetik kemenangan 2-0 di leg kedua pada Rabu (5/5) dini hari WIB.

Riyad Mahrez menjadi pahlawan kemenangan Manchester City lewat dua golnya di masing-masing babak, sekaligus mencetak tiga dari empat gol kemenangan calon juara Premier League atas kampiun Prancis selama pertemuan dua leg mereka.

Di sekitar setengah jam terakhir dari pertandingan di Etihad, tuan rumah unggul 2-0 ketika penyerang Aljazair mengkonversi umpan matan Phil Foden di depan gawang. Sejak itu, pemain PSG mulai merasa frustrasi dan akhirnya membuat mereka tampil dengan temperamental tinggi dan membuat berbagai pelanggaran kasar.

Dimulai dengan Angel di Maria yang diganjar kartu merah karena menginjak kaki Fernandinho di luar lapangan, Marco Verratti, Presnel Kimpembe, dan Danilo Pereira kemudian juga diganjar kartu kuning karena permainan keras mereka.

“Itu adalah pertandingan yang sangat bagus. Kami tidak memulai pertandingan dengan baik sekali lagi, kami tidak memiliki babak pertama yang bagus, tetapi kami mendapatkan gol dan kami bermain lebih nyaman,” kata Riyad Mahrez kepada BT Sport.

“Kami bermain bagus di babak kedua dan kami bisa mencetak lebih banyak. Mereka kehilangan keberanian untuk bermain dan mulai menendang kami dan setelah kartu merah itu, kami akhirnya bermain lebih nyaman.”

AHABET
AHABET