PSG vs Borussia Dortmund: Thomas Tuchel Akhiri Kutukan atau Dipecat!

PSG vs Borussia Dortmund: Thomas Tuchel Akhiri Kutukan atau Dipecat!

Gilabola.com – PSG vs Borussia  Dortmund menjadi ajang bagi Thomas Tuchel untuk akhiri kutukan perempat-final Les Parisiens, atau dipecat seperti pendahulunya.

Jawara Prancis itu secara konsisten tersingkir dari ajang Liga Champions, dan tampaknya apes sekali lagi yang mereka alami jika tersingkir di babak 16 besar ini, bisa menjadi akhir bagi pelatih asal Jerman tersebut.

PSG bukan siapa-siapa kalau tak bisa konsisten di Liga Champions. Saat mereka tersingkir di perempat-final pada 2013 lalu, klub raksasa Paris itu langsung mendepak pelatih Carlo Ancelotti di awal musim panas berikutnya.

Lalu, penggantinya, Laurent Blanc, ditugaskan untuk mencari cara memadukan koleksi para bintang lini depan yang mereka beli mahal, tapi hanya mencapai perempat final. Lalu, perempat final lagi, dan setelah musim Liga Champions ketiganya berakhir pada tahap yang sama lagi, dia pun diminta berkemas-kemas.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Majikannya telah memutuskan, turnamen paling glamor di Eropa itu harus menjadi platform yang menegaskan status PSG sebagai superclub. Mereka kemudian menjadi frustrasi karena selalu berakhir di perempat final Liga Champions, karena itu dirasa tidak cukup. PSG ingin berada di final. Artinya, Tuchel harus bisa membawa timnya melaju, memenangkan laga PSG vs Borussia Dortmund, walau mereka sudah tertinggal 1-2.

Namun semakin banyak yang mereka habiskan, semakin rendah batas kompetisi yang bisa mereka capai. Unai Emery yang jadi pengganti Blanc pada 2016 lalu, bahkan hanya bisa mencapai babak 16 besar, di mana ia mengawalinya dengan hancurkan Barcelona 4-0 di leg pertama, dan kemudian kalah hingga 1-6 di leg kedua.

Saat itu, Emery memang selamat. Tapi begitu PSG tidak lagi bisa melampaui 16 besar di tahun 2018, maka Emery pun ditendang. Demikian seperti diungkapkan The National.

Thomas Tuchel, pelatih berikutnya, merasakan kenyamanan setelah pada babak sistem gugur pertamanya musim lalu, PSG menang 2-0 atas Manchester United di Old Trafford.

Meskipun leg kedua tidak sedramatik seperti perubahan haluan di Barcelona yang membuat Emery terperangah, tapi Tuchel ikuti pola yang sama. Sebuah kekalahan dramatis, comeback yang semula dianggap tidak mungkin dilakukan United, saat Setan Merah menang 3-1 di Paris. Ini dibukukan MU di tengah-tengah protes atas pemberian penalti yang kontroversial, karena handball.

Semua yang telah meninggalkan PSG menyuburkan gagasan, mereka entah bagaimana telah dikutuk di Liga Champions. Situasi di sekitar leg kedua babak 16 besar antara PSG vs Borussia Dortmund, di mana tim Bundesliga itu sudah memimpin 2-1, seakan mempertegas sulitnya situasi Les Parisiens. Apalagi, pertandingan leg kedua ini akan dimainkan tanpa soorak-sorai para pendukung di Parc des Princes.