Site icon Gilabola.com

Real Madrid Kalah, Arbeloa Mengaku Siap Bertanggung Jawab

Kylian Mbappe Usai Real Madrid Dikalahkan Benfica

Gilabola.com – Real Madrid secara mengejutkan kalah di kandang Benfica di laga terakhir fase liga Liga Champions musim 2025 2026, Kamis 29 Januari 2026. Pelatih Alvaro Arbeloa pun menyatakan, dia sepenuhnya bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Tandang Real Madrid ke Lisbon berakhir dengan rasa frustrasi dan kekesalan yang tampak jelas ketika Arbeloa menemui media usai kekalahan telak 2-4 dari Benfica.

Hasil itupun membuat Madrid terlempar dari delapan besar Liga Champions, dan memunculkan lebih banyak pertanyaan dibandingkan jawaban tentang performa tim belum lama ini.

Arbeloa – yang jelas tidak senang dengan hasil itu, tampak tegang selama konferensi pers pasca pertandingan berlangung. Ia memberikan jawaban yang lebih singkat dari biasanya, tapi mengakui bertanggung jawab sepenuhnya atas kekalahan tersebut.

Pelatih Madrid berusia 43 tahun itu pertama kali ditanya mengenai komentarnya baru-baru ini, dan apakah ia merasa menyesal setelah timnya sekali lagi amankan hasil mengecewakan.

“Saya tidak menyesali pernyataan saya. Jika alasan di balik kekalahan itu karena pemain di lini depan tak cukup berlari, saya tidak setuju dengan pernyataan itu,” tandas Arbeloa.

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan orang terkait pertandingan di kandang Benfica itu adalah, gol yang dicetak kiper tuan rumah, Anatoliy Trubin, di menit-menit akhir laga. Ini – tentunya, sebuah pemandangan yang sangat langka dan dramatis di sebuah pertandingan Liga Champions.

Arbeloa lalu ditanya mengenai pandangannya terkait momen gol trubin tersebut, dan ia pun berusaha menjawabnya dengan tenang. “Ini bukan pertama kalinya seorang kiper mencetak gol ke gawang saya. Jelas, mereka harus mengambil risiko,” ungkapnya.

“Kami bermain tanpa dua pemain kami, dan kami juga harus mencetak gol untuk berada di delapan besar. Mereka mengambil risiko, kami mengambil risiko, sampai akhirnya mereka menang,” tambahnya.

Kekalahan Mengecewakan

Perhatian kemudian beralih ke keseimbangan Madrid secara keseluruhan, dan jugaperforma tim selama dua pekan terakhir ini.

Arbeloa mengaku tak akan lari dari tanggung jawab, dan sekali lagi menyalahkan dirinya sendiri terkait kekalahan anak asuhnya dari Benfica.

“Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini, seperti halnya di Albacete. Saya merasa sepenuhnya bertanggung jawab ketika situasi tidak berjalan dengan baik, dan kami tak bisa mencapai tujuan kami,” tegas Arbeloa.

“Bukan berarti kami tersingkir dari Liga Champions. Kami masih punya dua pertandingan di hadapan kami, dan kami akan melakoninya sebaik mungkin demi lolos ke babak selanjutnya,” tandasnya.

Pergantian Pemain yang Dipertanyakan

Pertanyaan juga muncul tentang pergantian pemain yang dilakukannya, terutama terkait keputusan untuk memasukkan Jorge Cestero yang masih muda, alih-alih kerahkan Dani Ceballos yang sudah berpengalaman.

Arbeloa jelaskan, keputusan itu murni terkait masalah taktis, dan didorong risiko kartu merah yang berikutnya.

“Itu keputusan teknis. Kami harus lakukan perubahan, karena kami tak ingin situasi yang terjadi dengan Raul (Asencio), terjadi lagi,” ujar Arbeloa.

“Mereka semua mendapat kartu. Alvaro (Carreras) mendapat kartu, Dean (Huijsen) juga mendapat kartu, Raul pun begitu, dan saya ingin melindungi tim,” tegasnya.

“Saya tahu, dalam aksi serangan balik, mereka bisa mengalahkan kami, dan kami harus lakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan balik itu,” ujar Arbeloa yang sebelumnya mengasuh tim B Real Madrid tersebut.

“Pada akhirnya, Raul diusir, dan itulah mengapa kami lakukan pergantian pemain. Jelas, saya sangat percaya pada Jorge (Cestero), dan untuk pertandingan ini, dia sangat cocok. Itu saja, tidak ada lagi yang perlu dijelaskan,” tegasnya.

Apa yang Salah?

Ketika ditanya apakah Real Madrid kurang intensitas dalam laga di kandang Benfica tersebut, Arbeloa secara jujur mengakui bahwa performa timnya kurang memuaskan di beberapa level.

“Kami kekurangan banyak hal. Itu pertandingan Liga Champions, di level Liga Champions, dan kami hadapi tim yang kami tahu sedang berjuang untuk bertahan hidup,” tegasnya.

“Saya tidak bisa sampaikan satu alasan pun. Saya pikir, kami juga kekurangan banyak argumen sepak bola untuk amankan tiga poin, memenangkan pertandingan, dan kalahkan Benfica hari ini,” ungkap Arbeloa.

Terakhir, Arbeloa ditanya mengenai kartu merah yang diberikan kepada Asencio dan juga Rodrygo Goes – momen-momen yang terbukti merugikan di pertandingan tingkat tinggi seperti ini.

Arbeloa pun ungkap jawaban yang singkat, tapi penuh makna. “Frustrasi, karena kadang-kadang tidak mampu mengendalikan emosi. Begitulah adanya,” ujar Arbeloa, seperti dilansir MARCA.

Daftar Pertandingan Real Madrid dan Benfica

Pendapat Kami

Ini menjadi kekalahan mengejutkan bagi Real Madrid, yang semula bertengger di peringkat tiga klasemen fase liga Liga Champions musim 2025 2026, sementara Benfica sebelumnya ada di urutan ke-29.

Alvaro Arbeloa tampaknya benar-benar kecewa dengan hasil ini, dan pasrah dengan apapun keputusan klub setelah timnya langsung terlempar ke zona playoff.

Exit mobile version