
Real Madrid memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah menang 2-1 atas Benfica pada leg kedua playoff di Stadion Santiago Bernabeu, 26 Februari dinihari. Kemenangan itu membuat Los Blancos unggul agregat 3-1 dan menuntaskan perlawanan wakil Portugal yang sempat merepotkan sepanjang laga.
Tuan rumah tidak tampil dalam performa terbaiknya. Namun, ketika pertandingan berada di situasi paling genting, mereka tetap menemukan jalan keluar.
Benfica Sempat Bungkam Bernabeu
Laga dimulai dengan tempo tinggi. Benfica tampil berani dan lebih dulu menyamakan agregat pada menit ke-16. Vangelis Pavlidis menusuk dari sisi kanan dan mengirim bola mendatar ke depan gawang. Raul Asencio berusaha memotong dan hampir mencetak gol bunuh diri, tetapi Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting. Bola liar jatuh ke kaki Rafa Silva yang tanpa kesulitan menyelesaikannya dari jarak sekitar 1 meter.
Gol itu membuat agregat menjadi imbang 1-1 dan sempat membuat publik Bernabeu terdiam.
Respons Madrid datang cepat. Pada menit ke-17, Aurelien Tchouameni mengawali dan menyelesaikan serangan yang sama. Federico Valverde mengirim umpan dari dekat garis belakang, dan Tchouameni melepaskan tembakan kaki kanan dari tepi kotak penalti ke sudut bawah gawang. Skor kembali imbang 1-1, sekaligus mengembalikan keunggulan agregat untuk Madrid.
Pertandingan tetap terbuka setelah itu. Arda Guler sempat mencetak gol yang akan membawa Madrid unggul pada menit ke-32, tetapi VAR menganulirnya karena Fran Garcia berada dalam posisi offside saat proses serangan.
Benfica juga tidak berhenti menekan. Tembakan Silva membentur mistar pada menit ke-68 setelah sempat berbelok arah, dan Pavlidis nyaris mencetak gol kedua lewat peluang di dalam kotak penalti. Di fase ini, pertahanan Madrid terlihat goyah.
Cedera dan Ketegangan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tensi meningkat. Eduardo Camavinga dan Raul Asencio sempat bertabrakan saat duel udara dan harus mendapat perawatan. Asencio akhirnya ditarik keluar dengan tandu pada menit ke-77, memunculkan kekhawatiran di kubu tuan rumah.
Sebelum insiden itu, Madrid sebenarnya punya peluang emas. Pada menit ke-48, Valverde gagal menyentuh bola dari jarak sekitar 6 meter setelah menerima umpan Trent Alexander-Arnold. Kesempatan tersebut terbuang percuma.
Di sisi lain, Benfica terus mencari gol penyama agregat. Namun, efektivitas menjadi masalah. Saat mereka berada dalam momentum terbaik, Madrid justru menghukum lewat serangan balik.
Vinicius Junior Menutup Perlawanan
Gol penentu lahir pada menit ke-82. Dari garis tengah lapangan, Valverde melepas umpan terobosan yang membebaskan Vinicius Junior. Bek Benfica, Nicolas Otamendi, tidak mampu mengejar. Vinicius menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti dan menempatkan tembakan ke sudut jauh, melewati Anatoliy Trubin.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Benfica. Dalam sisa waktu, termasuk tambahan sembilan menit, Madrid mengontrol tempo dan mengamankan keunggulan.
Skor 2-1 bertahan hingga akhir. Secara agregat, Madrid unggul 3-1.
Ketahanan Real Madrid kembali mereka tunjukkan di kompetisi Eropa. Meski tidak dominan sepanjang laga dan sempat tertekan, mereka mampu menjaga ketenangan ketika agregat berada dalam posisi rawan. Bagi Benfica, kegagalan memaksimalkan periode terbaik di babak kedua menjadi titik yang menentukan nasib mereka.
Real Madrid melangkah ke babak 16 besar dengan catatan bahwa masih ada pekerjaan rumah di lini belakang. Namun, seperti yang sering terjadi di Liga Champions, efektivitas pada momen krusial menjadi pembeda utama.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!