
Jakarta – Laga Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Estadio da Luz, Lisbon, terhenti selama 11 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan ucapan rasial yang diarahkan kepadanya oleh pemain lawan. Insiden itu terjadi pada leg pertama playoff fase gugur, beberapa saat setelah penyerang asal Brasil tersebut membawa tim tamu unggul 1-0.
Pertandingan dihentikan sekitar lima menit setelah babak kedua dimulai. Kamera televisi menangkap momen ketika Vinicius, berbicara kepada wasit asal Prancis, Francois Letexier, dan menyampaikan bahwa dirinya menjadi sasaran pelecehan rasial. Wasit kemudian menyilangkan tangan di depan wajahnya, tanda diaktifkannya protokol anti-rasisme FIFA, dan memutuskan menghentikan pertandingan.
Vinicius terlihat menuju tepi lapangan. Dalam situasi yang memanas, pelatih Benfica, Jose Mourinho, serta pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, sempat menghampirinya. Sejumlah pemain tuan rumah juga tampak mendekati Vinicius, yang sebelumnya merayakan gol dengan menari di dekat bendera sudut. Ia bahkan menerima kartu kuning akibat selebrasi tersebut.
Ketegangan meningkat hingga para pemain Madrid disebut mengancam meninggalkan lapangan. Namun setelah jeda 11 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali.
Vinicius: Ini Bukan Hal Baru
Kasus ini menambah daftar panjang pengalaman Vinicius menghadapi rasisme, khususnya dalam pertandingan di Spanyol. Seusai laga, ia menyampaikan pesannya melalui Instagram.
“Tidak ada yang terjadi hari ini yang benar-benar baru dalam hidup saya dan keluarga saya,” tulisnya.
Ia menyebut pelaku rasisme sebagai pengecut. “Rasis adalah, di atas segalanya, pengecut. Mereka menutup mulut dengan jersey untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” lanjutnya.
Vinicius juga menilai protokol yang diterapkan wasit “tidak ada gunanya” dan mempertanyakan keputusan kartu kuning atas selebrasinya. Ia mengaku tidak ingin terus berada dalam situasi seperti ini, terlebih setelah kemenangan penting yang diraih timnya, namun merasa perlu bersuara.
Potensi Sanksi dan Reaksi Rekan Setim
Kedua tim dijadwalkan kembali bertemu di Madrid untuk leg kedua, dengan wakil Spanyol memegang keunggulan 1-0. Meski demikian, kasus ini berpotensi berbuntut panjang.
Koresponden olahraga Sky News, Rob Harris, menyebut ada kemungkinan sanksi larangan bermain jika pemain yang dituduh terbukti bersalah melakukan pelecehan rasial. Ia juga mengingatkan bahwa Vinicius sebelumnya pernah menyatakan siap meninggalkan lapangan jika kembali menjadi korban rasisme.
“Sepak bola sering berbicara tentang mengirim pesan dan menjatuhkan larangan bermain untuk memberantas rasisme. Tetapi seberapa sering kita masih membicarakan hal ini dalam sepak bola?” ujarnya.
Rekan setim Vinicius, Trent Alexander-Arnold, yang pernah membela Liverpool dan timnas Inggris, turut mengecam insiden tersebut dalam wawancara dengan Amazon Prime.
“Apa yang terjadi malam ini adalah aib bagi sepak bola. Ini menutupi performa tim, terutama setelah gol yang luar biasa,” katanya. “Vini sudah beberapa kali mengalami hal seperti ini sepanjang kariernya. Tidak ada tempat untuk itu di sepak bola atau di masyarakat. Ini menjijikkan.”
Kemenangan 1-0 di Lisbon memberi modal berharga bagi Real Madrid menjelang leg kedua. Namun sorotan utama justru tertuju pada dugaan tindakan rasial yang kembali mencoreng panggung tertinggi kompetisi Eropa tersebut.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!