Sarri Bingung Jelaskan Lambatnya Permainan Juventus Lawan Lyon

Sarri Bingung dengan Lambatnya Permainan Juventus

Gilabola.com – Pelatih Juventus Maurizio Sarri tidak habis pikir mencari jawaban mengapa timnya mengalirkan bola dengan sangat lambat saat mereka kalah hadapi Lyon.

Raksasa Turin tersebut menderita kekalahan 1-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions menghadapi Les Gones di Prancis. Salah satu alasan kenapa mereka menderita hasil mengecewakan tersebut karena ketidakmampuan I Bianconeri untuk mengalirkan bola dengan cepat.

Sarri sendiri yang mengakui bahwa Juve terlalu lambat dalam bermain dan mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Akan tetapi sang pelatih ternyata bingung mengapa sangat sulit bagi para pemainnya untuk bermain cepat di pertandingan itu padahal saat latihan mereka mampu melakukannya.

“Sangat sulit menjelaskan kenapa, namun pada babak pertama kami mengalirkan bola dengan sangat lambat, tanpa ada pergerakan sama sekali jadi wajar jika lawan bisa melakukan pressing, merebut bola dan bahkan mencetak gol,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia sesuai pertandingan.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Kami melakukan sesi latihan kemarin dan bola bergerak dua kali lebih cepat dibandingkan malam ini. Ini adalah kebalikan dari yang seharusnya terjadi. Akhir-akhir ini kami banyak melakukan hal yang merupakan kebalikan dari sesi latihan kami.”

Sarri Kecewa Pemain Juventus Masih Tidak Paham Konsep Permainannya

Sang pelatih kembali mengeluhkan mengapa pemainnya sangat sulit memahami pentingnya untuk mengalirkan bola dengan cepat di dalam pertandingan. Namun Sarri mengaku dia tidak akan menyerah dan akan terus menjelaskan konsepnya kepada mereka dan berharap pemainnya akhirnya bisa paham.

“Entah mengapa, saya tidak bisa membuat pemain mengerti akan pentingnya mengalirkan bola dengan cepat. Ini adalah hal yang sangat mendasar, kita akan terus berusaha melakukannya dan cepat atau lambat konsep ini akan bisa mereka pahami.”

Mantan pelatih Napoli dan Chelsea itu menambahkan bahwa timnya juga bermain dengan determinasi dan agresifitas yang kurang, terutama pada babak pertama. Permainan babak kedua dari I Bianconeri sebenarnya sedikit lebih baik, namun tidaklah cukup untuk level Liga Champions yang terkenal sangat tinggi.

“Kita kurang determinasi dan agresifitas saat menyerang dan dalam 15 menit kami juga kekurangn dua hal tersebut dalam bertahan. Kami kurang beruntung harus kebobolan saat De Ligt sedang cedera di luar lapangan.

“Babak kedua kami tampil lebih baik, tapi sejujurnya itu masih tidak cukup untuk level seperti Liga Champions.”