Schalke Harusnya Bisa Tenggelamkan Manchester City!

Schalke Harusnya Bisa Tenggelamkan Manchester City!

Gilabola.com – Schalke 04 baru saja disingkirkan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions. Klub Bundesliga itu bisa saja menang atas raksasa Inggris tersebut, kalau saja mereka bisa pertahankan para pemain bintang mereka.

Dalam laga Rabu (13/3) dinihari tadi, Schalke 04 alami kekalahan memalukan dari raksasa Inggris, Manchester City. Setelah kalah 2-3 di leg pertama, skuad asuhan Domenico Tedesco itu tak berkutik hingga ditenggelamkan Manchester City tujuh gol tanpa balas! Tim yang kini melorot ke peringkat 14 Bundesliga itupun harus menutup babak 16 besar Liga Champions dengan agregat teramat besar, 2-10.

Musim ini, Schalke menjadi salah satu tim paling hemat di Bundesliga, dan jelas-jelas tim underdog yang harus hadapi salah satu klub terkaya di dunia di babak 16 besar ini.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Namun, Schalke sebenarnya punya sejarah bertabur bintang di masa lalu. Ketika Timnas Jerman memenangkan Piala Dunia 2014, ada empat anggota akademi muda Schalke 04 yang masih menunggu untuk mengangkat trofi emas bergengsi.

Dikenal sebagai Knappenschmiede, akademi muda Schalke menjadi salah satu akademi sepakbola terbaik di dunia. Mereka berikan penekanan dalam mendidik para pemain muda di dalam maupun luar lapangan, sebelum mereka melakukan lompatan ke tim utama.

Faktanya, Knappenschmiede punya kerja sama yang erat dengan Berger Feld Comprehensive, yakni salah satu sekolah sepakbola papaan atas milik Federasi Sepakbola Jerman (DFB), yang dekat dengan VELTINS-Arena.

Untuk melihat seberapa bagus sistem pemain muda di Schalke, perlu dilihat lagi bagaimana pemain Starting XI awal mereka yang terdiri dari sejumlah pemain bintang yang mereka jual dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan banyaknya pemain berbakat yang mereka miliki, bisa dibayangkan bagaimana hebatnya Schalke saat ini jika klub itu berhasil mempertahankan para pemain tersebut. Tim sekelas City barangkali bisa lewat..

1.Penjaga gawang – Manuel Neuer

Manuel Neuer gabung ke Schalke sejak ia berusia lima tahun! Wow.. Dalam perjalanannya, Neuer sempat menjadi kapten Schalke 04, sebelum akhirnya masuk dalam daftar penjaga gawang terbaik di dunia.

Walau sempat diramaikan dengan spekulasi bahwa ia akan gabung ke klub Liga Premier, Neuer pada akhirnya malah gabung ke sesama klub Bundesliga, Bayern Munchen, pada 2011 lalu. Sebelumnya, ia berhasil membawa Schalke menangkan trofi DFB-Pokal.

Penjaga gawang revolusioner yang ikut membantu membuka jalan bagi ‘penjaga gawang’ tersebut, kini telah berusia 32 tahun. Ia juga tercatat pernah mengangkat trofi Liga Champions dan Piala Dunia.

2.Bek kanan – Rafinha

Pada World Youth Championship 2005, Schalke saksikan pemain asal Brasil ini bermain trengginas di lapangan.

Ia kemudian jadi incaran banyak klub Eropa. Namun, Rafinha memilih untuk gabung Schalke dan berkembang menjadi bek sayap yang selalu bisa diandalkan.

Secara mengejutkan ia kemudian pindah ke Genoa pada 2010. Hanya semusim saja di Italia, ia kemudian bergabung dengan mantan rekan satu timnya, Neuer, di Bavaria pada musim berikutnya.

3.Bek tengah – Joel Matip

Pemain Timnas Kamerun ini barangkali bukan bek utama di Liverpool sekarang. Tapi, ia masih merupakan bek yang terus dipoles untuk menjadi bek papan atas.

Joel Matip jadi salah satu favorit suporter yang selalu bekerja dengan tangguh di lapangan. Matip selalu bermain di setiap menitnya saat masih merumput di Bundesliga pada musim 2015/16, untuk tim asal Jerman Barat, Schalke.

Namun, Matip tergoda daya tarik Inggris dan mendapat kesempatan untuk bekerja dengan Jurgen Klopp. Matip pun tinggalkan Schalke secara cuma-cuma pada 2016 lalu.

4.Bek tengah – Benedikt Howedes

Setelah gabung Schalke saat masih berusia 13 tahun, Howedes lanjutkan debutnya di tim senior Schalke pada 2007 ketika ia masih berusia 19 tahun.

Ia mampu mengisi posisi bek kiri, dan menjadi andalan lini belakang Schalke. Howedes pula yang ikut membawa Jerman menangkan trofi Piala Dunia 2014 di Brasil.

Setelah masa peminjamannya yang gagal di Juventus musim lalu, pemain yang kini telah berusia 30 tahun itu sekarang bermain bersama Lokomotiv Moscow.

5.Bek kiri – Sead Kolasinac

Para suporter Arsenal barangkali terkejut melihat kebugaran bek kiri ini yang tidak konsisten.

Tapi, jangan salah, bek asal Bosnia ini pernah menjadi ‘binatang buas’ saat ia masih membela Schalke. Pasalnya, ia mampu bermain di jantung pertahanan maupun sebagai bek sayap. Kolasinac bahkan sempat masuk dalam Tim Bundesliga of the Year pada 2017 lalu, sebelum ia bergabung dengan Arsenal secara bebas transfer.

6.Gelandang tengah – Ivan Rakitic

Bintang Barcelona ini juga pernah jadi pemain andalan di Schalke. Walau secara teknis ia bukan lulusan akademi di klub itu, tapi Rakitic bergabung dengan Schlake dari Basel saat masih remaja. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu gelandang paling menjanjikan di Eropa.

Rakitic didatangkan Schalke pada 2007, dan menjadi gelandang box-to-box yang sangat membantu tim Jerman itu melaju ke Liga Champions, sebelum ia pindah ke Sevilla pada Januari 2011.

Dari sanalah, raksasa Spanyol Barcelona merekrutnya, dan sejak itu ia terus memenuhi potensinya di Catalan.

7.Gelandang tengah – Leon Goretzka

Ia juga mantan Schalke yang cukup punya nama saat ini. Ia memilih pindah ke Bayern Munchen, setelah menolak tawaran beberapa klub terbesar Eropa, termasuk Barcelona, pada pertengahan musim lalu.

Pemain berusia 23 tahun itu telah memulai kehidupannya di Bayern dengan baik, di mana ia mencetak enam gol di Bundesliga dalam 17 pertandingan sejauh musim ini.

8.Pemain sayap kiri – Max Meyer

Setelah bergabung dengan Schalke pada 2009, Meyer menjadi salah satu pemain dengan peringkat kecepatan sangat tinggi. Setelah musim yang mengesankan bersama tim U-19 Schalke, ia kemudian dipromosikan ke skuad senior.

Terlepas dari janji awalnya, karirnya sempat terancam sebelum akhirnya ia pindah dari tengah lini serang ke peran yang lebih dalam, dan hidupkan kembali karir pemain muda ini di musim 2017/18.

Seperti halnya Mesut Ozil, perselisihan dengan hirarki Schalke mendorongnya untuk pindah ketika kontraknya habis dan dia sekarang berlaga di Crystal Palace.

9.Pemain sayap kanan – Julian Draxler

Barangkali salah satu pemain paling berbakat dan menarik sebagai lulusan Knappenschmiede yang bergengsi, adalah Julian Draxler. Ia sempat memukau para suporter di VELTINS-Arena dengan keterampilannya.

Apalagi, pemain asli Jerman ini punya kemampuan untuk bermain di area mana saja di lini tengah, hingga mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger ingin merekrutnya dan memindahkannya ke peran yang mencolok, seperti halnya saat ia mengubah Thierry Henry.

Meskipun kemudian Draxler lakukan langkah mengejutkan dengan hengkang ke Wolfsburg, Draxler sekarang menjadi anggota skuad PSG yang tersisih di belakang Kylian Mbappe dan Neymar.

10.Pemain nomor 10 – Mesut Ozil

Ozil juga salah satu didikan Schalke yang mendunia saat ini. Setelah gabung ke Knappenschmiede pada 2005, Ozil diberi penghargaan dengan kontrak senior setahun kemudian.

Dia pergi dalam kondisi ‘agak sengit’ dengan hirarki Schalke, lalu gabung Wolfsburg. Tapi, Ozil kemudian ‘mengumumkan kemampuan dirinya’ pada dunia, saat ia tunjukkan penampilan luar biasa di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Diberkahi dengan kemampuan luar biasa, pemain yang kini berusia 30 tahun itu akhirnya pindah ke Real Madrid, dan kemudian ke Arsenal.

11.Penyerang – Leroy Sane

Pemain City yang ikut menjebol gawang Schalke dinihari tadi ini, juga menjalani awal karirnya di Schalke.

Sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Eropa, Sane yang berusia 23 tahun itu sudah menjadi pilihan utama bagi the Citizens.

Pemain sayap itu pindah dari Schalke pada 2016 lalu, dan menjadi salah satu pemain pertama yang direkrut Pep Guardiola di Etihad.