Sejumlah Keajaiban RB Leipzig, Tim yang Kecewakan Jose Mourinho

Sejumlah Keajaiban RB Leipzig, Tim yang Kecewakan Jose Mourinho

Sejumlah keajaiban RB Leipzig berhasil singkirkan finalis Liga Champions musim lalu Tottenham Hotspur pada laga Rabu (11/3). Inilah daftarnya.

Yang pertama, RB Leipzig adalah sebuah klub yang baru saja dibentuk tahun 2009. Jadi usianya masih 11 tahun. Tapi pada tanggal 11 Maret 2020 mereka berhasil lolos untuk pertama kalinya ke tahap perempat final turnamen elit Eropa ini. Sekedar info saja bahwa Red Bull ini lolos promosi ke Bundesliga hanya dalam waktu 7 tahun saja sejak pendiriannya dan lolos ke babak penyisihan grup untuk pertama kalinya tahun 2017. Tidak heran jika mereka begitu dibenci oleh pendukung klub lain di Liga Jerman.

Keajaiban RB Leipzig lainnya adalah sang manajer Leipzig, Julian Nagelsmann, yang baru berusia 32 tahun lewat 231 hari. Waktu membawa klubnya lolos ke penyisihan grup saja ia sudah mencatatkan diri sebagai manajer termuda di Liga Champions. Apalagi setelah lolos ke sistem gugur dan perempat final.

Kemenangan Leipzig atas Tottenham ini juga meruntuhkan citra The Special One yang dimiliki Jose Mourinho. Kehilangan dua striker pentingnya Harry Kane dan Son Heung-min, Spurs kini tersisih pada empat kompetisi sekaligus: Premier League: Carabao Cup, FA Cup dan kini Liga Champions pada babak 16 besar.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Kekalahan 4-0 agregat yang diderita oleh Mourinho pada Rabu (11/3) dinihari ini merupakan kekalahan dengan skor terbesar yang pernah diderita sang pelatih asal Portugal itu di babak sistem gugur Champions League. Selain itu ia juga menderita tiga kali tersingkir di kompetisi elit itu pada tiga musim terkini, dan kekalahan dalam enam laga terakhirnya bersama Spurs.

Leipzig, sebuah klub sepak bola dengan dukungan finansial dari Red Bull, membuat Mourinho yang biasanya merosot penampilannya di musim ketiganya bersama klub mana pun, kini sudah harus merasakan kekecewaan pada bulan ketiganya bersama Tottenham. Para pendukung The Lilywhites akan segera membandingkannya dengan Mauricio Pochettino, sang pelatih Argentina yang musim lalu membawa Spurs sampai ke babak final Champions League.

Pertandingan tadi malam di Red Bull Arena di Jerman itu berlangsung seimbang dengan dominasi bola 54:46, tapi tuan rumah berhasil melepaskan lima tembakan on target dengan tiga menjadi gol, selain empat serangan yang meleset dari sasaran. Bandingkanlah itu dengan apa yang diperoleh anak-anak Mourinho, tiga shots on target. Namun selama 60 menit pertama tidak ada satu kali pun skuad Tottenham berhasil melepaskan tendangan ke arah gawang lawan. Itu adalah keajaiban lain dari RB Leipzig.