Sergio Ramos Bela Diri Tega Patahkan Hidung Pemain Viktoria Plzen

Sergio Ramos Bela Diri Tega Patahkan Hidung Pemain Viktoria Plzen

Sergio Ramos membela dirinya usai tega patahkan hidung seorang pemain Viktoria Plzen yang tak berdosa di laga Liga Champions. Hal ini jelas menambah daftar panjang deretan pemain yang sudah dibuat babak-belur pemain Real Madrid itu.

Pemain bek Real Madrid itu memang membuat kaget publik lagi karena tanpa ampun mematahkan hidung pemain Viktoria Plzen. Pemain bernama Milan Havel itu bisa jadi tak pernah mendambakan akan dihajar Ramos dalam laga Liga Champions di Doosan Arena Plzen, Rabu (7/11).

Sergio Ramos tanpa ampun tega menyikut Havel pada saat keduanya lagi asyik terlibat dalam perebutan bola. Havel terlihat langsung membungkuk dan hidungnya mulai mengeluarkan darah segar yang menyeramkan untuk dilihat banyak penonton. Milan Havel buru-buru dibawa kabur pada menit ke-38 dengan penampakan ekspresi Ramos yang biasa-biasa saja setelahnya.

BACA:  Gaji Santiago Solari di Real Madrid Cuma Setengahnya Zinedine Zidane

Berpengalaman, Sergio Ramos langsung menegaskan bahwa peristiwa tersebut aslinya bukanlah sebuah kesengajaan. Sang pemain juga sampaikan aslinya sudah berusaha untuk meminta maaf setelah pertandingan, namun ia berkilah jika Havel tidak bisa ia temui.

“Tidak adalah kesengajaan untuk saya menyakiti lawan, saya sudag berusaha untuk berbicara dengannya langsung setelah tanding tadi, tapi dia tidak ada tuh di sana. Saya jadinya mengiriminya pesan sajalah,” sambut Sergio Ramos dengan santai melalui Marca.

Sergio Ramos sang pemain Real Madrid yang ringan tangan

Kejadian ini sontak menguatkan gambaran Ramos yang doyan menghalalkan segala cara demi menang. Masih ingat jika di dalam final Liga Champions musim lalu, sang pemain sempat membuat tangan Mohamed Salah patah. Bagai pengulangan, Ramos juga mengaku jika insiden tersebut merupakan sebuah ketidaksengajaan belaka.

BACA:  Antonio Conte Jagokan Juventus Juara Champions Musim Ini

“Saya ini orangnya tidak pernah mau menyakiti pemain lainnya. Saya tidak akan pernah menjadi pemain yang berusaha menjadi sasaran kritik publik. Saya ini selalu beruntung bisa berbicara di lapangan (dengan kemampuan olah bola),” klaim Ramos.

“Sejak Cristiano Ronaldo pergi dari tim, orang yang ada dalam sorotan langsung tertuju ke saya saja, namun saya terbukti masih bisa selalu dalam kondisi yang baik-baik saja,” pungkas Ramos.