Solskjaer Tak Sungkan Pakai Taktik Hairdryer Ala Ferguson

Solskjaer Tak Sungkan Pakai Taktik Hairdryer Ala Ferguson

Gilabola.com – Ole Gunnar Solskjaer tak sungkan akan pakai taktik Hairdryer ala Ferguson. Siap diterapkan di laga Liga Champions Manchester United vs Barcelona.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengutarakan jika masa bersama pelatih Sir Alex Ferguson membuatnya jadi paham kapan membuat pemain nyaman dan kapan membuat mereka emosi jiwa dengan taktik Hairdryer. Hal ini berpeluang ia terapkan pada pemain United saat ini jika mereka melempem lawan Barcelona.

Perawatan Hairdryer ini bukan berarti pemain United diberikan pengering rambut, namun mereka disemprot habis-habisan dengan teriakan penuh amarah saat mental mereka menurun. Ruang ganti United sudah menjadi saksi bisu taktik unik yang satu ini untuk membangkitkan moril tempur pemain di era Ferguson.

Kini sang manajer memastikan jika dirinya tak sungkan akan menerapkan cara level greget tersebut kepada para pemain The Red Devils saat ini. Mereka tidak diperbolehkan patah semangat saat kedodoran di babak pertama lawan Barca.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

“Hingga ujung karir saya sebagai pesepakbola saya selalu fokus pada apa yang dikatakan oleh manajer saya. Saya jadi bisa menyadari ada pola tertentu dari apa yang ia ucapkan pada pemainnya,” kenang suksesor Jose Mourinho tersebut melalui ESPN.

Solskjaer tidak ingin dikecewakan para pemain Manchester United

“Dia akan merangkul seorang pemain dengan erat atau berteriak dengan keras pada seseorang untuk mengeluarkan semangat terbaik mereka. Itu yang saya pelajari paling sering darinya. Bagaimana cara dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari pemain yang ia latih.”

“Pola yang ia tanamkan pada pemain adalah: ‘Kita akan melalui ini dengan sebaik mungkin. Kita harus punya rencana. Tidak bisa sekedar beraksi dengan emosi saja.'”

“Kalau pemain saya mengecewakan, saya harus bilang ke mereka untuk menghentikan sikapnya. Jika saya lihat mereka bisa mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya, saya tidak perlu berteriak-teriak.”

“Adakalanya saya berbicara lembut dan terkadang harus bisa menaikkan volume suara. Pada saat dia (Fergie) menggunakan taktik ini, selalu ada alasannya… Dia mungkin akan menyasar satu pemain saja jadi 10 pemain lain akan membantunya untuk bangkit.”

“Terkadang kalian harus bisa kuat. Cara ini hanya bisa dilakukan pada saat dikecewakan saja,” pungkasnya.