Tak Terima Kenyataan, Xavi Hernandez Sebut Barcelona Tak Pantas Main di Liga Europa

Manajer Xavi Hernandez uring-uringan usai timnya gagal bertahan di Liga Champions dan terdepak ke Liga Europa usai kekalahan mereka dari Bayern Munchen di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup E.

Seperti yang dikhawatirkan, Barcelona akhirnya benar-benar tak berdaya melawan Bayern Munchen dalam pertemuan di Allianz Arena pada Kamis (9/12) dini hari WIB pada laga terakhir fase grup, menyerah dengan tiga gol tanpa balas.

Gol-gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Thomas Muller, Leroy Sane, dan Jamal Musiala, dan hasil ini akhirnya menyingkirkan raksasa Catalan ke Liga Eropa usai harus puas finish di peringkat ketiga saat di pertandingan lain Benfica menang 2-0 atas Dynamo Kiev.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Terakhir kali Barcelona tersingkir dari Liga Champions sedini ini adalah pada musim 2000/2001, ketika Liga Europa masih dikenal sebagai Piala UEFA dan hasil ini membuat manajer Xavi Hernandez kecewa berat.

Bos berusia 41 tahun itu menilai bahwa tim sekelas Blaugrana tidak pantas bermain di Liga Europa karena level mereka seharusnya adalah di Liga Champions, tapi menegaskan bahwa timnya akan membangun dari nol usai kegagalan ini.

“Mereka lebih baik dari kami,” kata Xavi Hernandez, usai kekalahan Barcelona dari Bayern Munchen, kepada Movistar . “Inilah kenyataan yang sekarang dihadapi kami. Kami berada di Liga Europa. Era baru dimulai hari ini. Barcelona tidak pantas bermain di Liga Europa, level kami adalah di Liga Champions. Kami mulai lagi dari nol.”

Kekalahan 3-0 di kandang Bayern Munchen berarti Barcelona hanya mencetak dua gol di enam pertandingan babak penyisihan grup mereka. Penghitungan dua gol mereka setelah enam pertandingan penyisihan grup adalah total gol terendah mereka di Liga Champions, dan hanya pada 1997-98 mereka kebobolan lebih dari sembilan gol dalam satu babak penyisihan grup.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO