Gilabola.com – Pertarungan besar di perempat final Liga Champions UEFA akan mempertemukan jagoan Premier League Arsenal melawan raksasa 15 kali juara, Real Madrid.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi The Gunners, yang tampil solid di babak sebelumnya dengan menggasak PSV Eindhoven dengan skor agregat yang sangat mencolok, 9-3.
Tapi menghadapi klub sekelas Real Madrid jelas bukan perkara mudah, apalagi dalam suasana dan tekanan sepak bola Eropa yang kental dengan pengalaman dan determinasi.
Andalkan Pertahanan
Mantan gelandang Manchester United dan Bayern Munchen, Owen Hargreaves, menyebut bahwa Arsenal masih punya peluang untuk ‘mencuri’ kemenangan dalam dua leg nanti.
Dia menilai bahwa salah satu kunci kekuatan Arsenal terletak pada pertahanan mereka yang disiplin dan solid. Dalam fase grup Liga Champions musim ini, Arsenal hanya kebobolan tiga gol dari delapan laga, rekor yang hanya kalah dari Inter Milan yang kebobolan satu gol saja.
Meski mereka harus kehilangan Gabriel Magalhaes karena cedera hamstring, Hargreaves tetap percaya bahwa susunan lini belakang Arsenal, termasuk sang kiper, merupakan salah satu yang terbaik musim ini.
Dia menyebut bahwa Arsenal hanya perlu bermain rapat di belakang, mencetak satu gol dari serangan balik, dan menjaga dua pertandingan tanpa kebobolan untuk bisa melaju.
Joe Cole, mantan pemain Chelsea dan analis sepak bola di TNT Sports, turut menyuarakan optimisme yang sama. Menurutnya, Arsenal termasuk salah satu tim dengan pertahanan terbaik yang masih tersisa di kompetisi. Dia juga menekankan pentingnya situasi bola mati, yang bisa jadi pembeda di laga-laga besar.
Namun, pandangan sedikit berbeda datang dari Steve McManaman. Dia menilai bahwa Arsenal tidak akan bisa meniru gaya bermain Atletico Madrid yang sukses menyulitkan Real Madrid di babak 16 besar.
Menurutnya, sepak bola Inggris tidak terbiasa bermain seperti itu, memperlambat permainan, sering melibatkan kontak fisik ekstrem, bahkan sampai menjatuhkan diri demi menarik emosi dan perhatian wasit serta penonton.
McManaman menyebut bahwa karakter Arsenal jauh lebih mendekati permainan berbasis penguasaan bola, sesuai dengan filosofi sang pelatih Mikel Arteta. Berbeda dengan pendekatan keras dan defensif ala Diego Simeone di Atletico Madrid, Arteta cenderung menginginkan anak asuhnya mengontrol permainan.
Masalah Lini Serang Arsenal
Namun demikian, McManaman juga menyoroti kekurangan Arsenal yang bisa menjadi celah di laga nanti. Dia menyebut bahwa tim asal London Utara ini belum punya sosok penyerang tengah yang benar-benar mematikan. Baginya, ini bisa menjadi kendala besar ketika menghadapi tim sekelas Madrid yang sudah mulai pulih dari krisis pemain belakang.
Madrid sendiri, menurut McManaman, kini tampil lebih kuat. Pemain-pemain seperti David Alaba dan Antonio Rudiger sudah kembali, dan Federico Valverde bahkan bisa dimainkan di posisi bek kanan jika dibutuhkan. Menurutnya, justru ini saat yang tepat bagi Madrid untuk tampil optimal.
Satu hal yang membuat situasi semakin rumit bagi Arsenal adalah letak leg kedua yang akan dimainkan di markas Madrid. McManaman mengingatkan bahwa jika Real Madrid masih bertahan di laga pertama, mereka punya kemampuan luar biasa untuk “menyelesaikan” pekerjaan di kandang sendiri. Hal itu telah mereka buktikan berkali-kali dalam beberapa musim terakhir Liga Champions.