Răzvan Marin menjadi pembeda ketika AEK Athens mengawali perjalanan mereka di fase liga matchday 1 Liga Champions 2026/27 dengan kemenangan 1-0 atas LASK. Gelandang asal Rumania itu mencetak satu-satunya gol melalui tendangan bebas sekaligus tampil dominan dalam permainan lini tengah.
Marin menutup pertandingan dengan mencatatkan 5 umpan kunci dan akurasi operan mencapai 88 persen. Bukan cuma golnya yang menentukan. Selama 90 menit, ia ikut mengatur tempo permainan AEK Athens.
Tendangan Bebas Marin Jadi Penentu
Pertandingan di Allwyn Arena akhirnya ditentukan oleh satu momen dari bola mati. Marin melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti yang bersarang di gawang LASK dan membuat AEK Athens unggul 1-0.
Itu menjadi satu-satunya gol dalam pertemuan Round 1 UEFA Champions League tersebut. Marin sendiri melepaskan dua tembakan, seluruhnya berasal dari luar kotak penalti. Satu mengarah ke gawang dan satu lainnya diblok.
Tendangan yang menghasilkan gol tersebut memiliki nilai 0,1301 xG dan 0,7733 xGOT, menggambarkan kualitas eksekusinya. AEK Athens juga terlihat lebih nyaman mengontrol permainan pada babak pertama, sementara LASK kesulitan mengatasi distribusi bola mati dan ketenangan Marin saat menguasai bola.
Ketika peluang dari tendangan bebas datang, kualitas teknik sang gelandang menjadi pembeda.
Marin Bukan Hanya Soal Gol
Peran Marin jauh lebih besar daripada sekadar pencetak gol. Ia menjadi salah satu pusat distribusi AEK Athens dengan menyelesaikan 43 dari 49 operan, atau akurasi 88 persen.
Di wilayah pertahanan sendiri, ia mencatatkan 26 operan sukses dari 27 percobaan. Ketika bermain di area lawan, Marin menyelesaikan 17 dari 22 operan.
Kreativitasnya juga terlihat jelas. Lima umpan kunci berhasil dibuat, ditambah satu peluang besar yang diciptakannya untuk rekan setim. Dari lima percobaan umpan silang, empat mencapai area berbahaya dengan tingkat keberhasilan 80 persen.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Marin juga mencatatkan 73 sentuhan bola dan dua dari empat umpan cungkilnya berhasil menemukan rekan setim. Ia beberapa kali menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan ketika AEK Athens berusaha mempertahankan kendali pertandingan.
Aktif Dalam Duel dan Bantu Pertahanan
Gelandang Rumania tersebut juga tidak menghindari pekerjaan kotor. Marin memenangkan 8 dari 13 duel, terdiri dari tujuh duel di tanah dan satu duel udara.
Ia menambahkan dua tekel, lima recovery bola dan dua sapuan. Marin juga mendapatkan tiga pelanggaran dari lawan, sementara dirinya melakukan dua pelanggaran.
Memang, ia kehilangan penguasaan bola sebanyak 12 kali. Namun, Marin tidak tercatat pernah kehilangan bola karena direbut langsung lawan dan hanya dua kali melakukan heavy touch.
Saat membawa bola, ia melakukan 23 carry dengan total jarak sekitar 149 meter. Jarak progresifnya mencapai 14,53 meter, angka yang menunjukkan bahwa perannya lebih banyak berkaitan dengan sirkulasi bola ketimbang melakukan penetrasi panjang.
Gol penentu, lima umpan kunci, kualitas crossing dan akurasi operannya menjadi bagian penting dari penilaian tersebut.
Kontribusinya tanpa bola juga ikut melengkapi penampilan tersebut. Dua tekel, lima recovery, dua sapuan serta delapan kemenangan duel membuat Marin tidak hanya berperan ketika AEK menguasai bola.
AEK Athens akhirnya mengawali perjalanan di Liga Champions musim ini dengan kemenangan atas LASK. Skornya memang hanya 1-0, tetapi penampilan Marin memberikan AEK sosok yang mampu mengontrol permainan sekaligus menentukan hasil lewat bola mati.


