Tersingkir Melawan 10 Pemain Porto di Liga Champions, Matthijs de Ligt Kecewa Berat

Gila Bola – Matthijs de Ligt mengakui ini sangat sulit bagi Juventus untuk tersingkir melawan 10 pemain Porto di babak 16 besar Liga Champions, hasil yang akan mengubah musim ini bagi tim Turin.

Juventus harus kembali tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions melawan tim Porto yang sudah bermain dengan hanya 10 pemain sejak menit ke- 54, dengan mereka berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu usai imbang agregat 3-3.

Sérgio Oliveira mencetak gol penalti di babak pertama untuk membuat segalanya semakin sulit bagi skuad asuhan Andrea Pirlo, sebelum dua gol luar biasa dari Federico Chiesa di babak kedua mampu menghidupkan asa bagi raksasa Turin dan mengubah skor menjadi 2-1.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Dengan Mehdi Taremi sudah diusir sejak menit ke-54, Juventus terus mencoba melakukan serangan untuk mencari gol ketiga, sayang tak ada yang berhasil dengan Alvaro Morata juga melihat golnya dianulir karena offside, sementara Cristiano Ronaldo hampir seperti pemain yang sudah habis masanya.

Laga harus dilanjutkan ke babak tambahan usai agregat bertahan imbang 3-3, dan pelanggaran bodoh Weston McKennie di depan kotak penalti akhirnya harus dibayar mahal tuan rumah yang kembali harus kebobolan melalui gol tendangan bebas Sérgio Oliveira.

Adrien Rabiot sempat menghidupkan kembali asa Juventus lewat golnya menit ke-117, tapi pada akhirnya raksasa Turin harus menerima kenyataan pahit dengan tersingkir di babak 16 besar secara beruntun, usai di musil lalu kalah di tahap yang sama di tangan Lyon.

“Ini sangat sulit. Ketika Anda bermain melawan 10 untuk hampir seluruh pertandingan, selalu sulit untuk tersingkir dengan cara seperti ini,” kata Matthijs de Ligt kepada Sky Sport Italia. “Saya tidak berpikir kami memulai dengan buruk malam ini. Porto unggul 1-0 dan kemudian kami mulai bermain, tapi itu sudah terlambat.”

“Kami melakukannya dengan baik di babak kedua dengan kecepatan, peluang, dua gol, tetapi pada akhirnya, bola tidak masuk ke gawang untuk gol ketiga. Tentu saja hasil ini mengubah musim kami, karena kami ingin berada di Liga Champions dan sekarang kami tersingkir pada Maret. Ini sangat sulit bagi kami.”