Thibaut Courtois Pertanyakan Klaim Gegar Otak Loris Karius

Thibaut Courtois anggap aneh klaim gegar otak kiper Liverpool Loris Karius yang keluar seminggu setelah final Liga Champions.
Thibaut Courtois anggap aneh klaim gegar otak kiper Liverpool Loris Karius yang keluar seminggu setelah final Liga Champions.

Berita Bola – Kiper Chelsea Thibaut Courtois menganggap sebuah keanehan bahwa Loris Karius didiagnosis mengalami gegar otak satu pekan setelah penampilan buruknya di final Liga Champions.

Loris Karius membuat dua kesalahan yang fatal ketika Liverpool kalah 3-1 dari Real Madrid di Kiev, dan sebuah pemeriksaan medis yang dilakukan awal pekan ini menyatakan bahwa penjaga gawang asal Jerman itu mengalami gegar otak.

Sergio Ramos sempat menyikut kepala Karius beberapa saat sebelum kesalahan pertamanya yang mengarah ke gol pembuka dari Karim Benzema.

Sang kiper juga bersalah untuk gol ketiga Madrid saat ia gagal menangkap dengan akurat tembakan jarak jauh Gareth Bale pada menit ke-83.

Ditanya tentang diagnosa gegar otak Karius, Courtois menjawab: “Itu terjadi pada saya (saat bertabrakan dengan) dengan Alexis Sanchez. Saya mengalami gegar otak dan saya tidak bisa melihat bola. Jadi setelah 20 menit saya keluar dari lapangan karena saya tidak bisa melihat bola.”

Advertisement

“Saya merasa prihatin atas apa yang terjadi dengannya (Karius), tetapi apakah gara-gara gegar otak dia membuat dua kesalahan itu? Dia juga membuat dua penyelamatan yang luar biasa. Jadi, apakah itu hanya sebuah kebetulan? Saya tidak tahu apakah benar dia tidak bisa melihat bola.”

“Sangat disayangkan dia melakukan dua blunder itu tetapi jika Anda mengalami gegar otak, Anda harus meninggalkan pertandingan atau dokter akan meminta Anda keluar, ‘Jika Anda tidak dapat melihat dengan jelas lagi, Anda harus meninggalkan pertandingan’.”

“Jika mereka ingin mengatakan (blundernya) gara-gara itu, okelah. Dia mengatakan setelah pertandingan bahwa dia membuat dua kesalahan. Saya pikir semua orang akan memaafkannya. Itu bisa terjadi pada kiper mana pun tetapi untuk menyalahkannya pada gegar otak sekarang (seminggu setelah final), saya merasa itu aneh.”

Bek Madrid Sergio Ramos mengomentari laporan yang mengatakan dia dengan sengaja mencederai Karius dan Mohamed Salah di final.

“Sialan, mereka telah membesar-besarkan hal ini. Perihal Salah, saya tidak ingin membicarakannya lagi karena semuanya telah dibesar-besarkan,” ujar Ramos kepada media Spanyol, AS.

“Saya melihatnya semuanya. Dia (Salah) meraih lengan saya lebih dulu dan saya jatuh ke sisi satunya. Cedera itu terjadi pada lengan lainnya dan mereka mengatakan bahwa saya memberinya kuncian judo.”

“Setelah penjaga gawang (Karius) mengatakan bahwa saya membuatnya gegar otak karena sikutan saya, tinggal Firmino doang yang belum bilang bahwa dia kena flu karena kecipratan keringat saya.”