Tim XI Terbaik Liga Champions Musim 2020/2021 Ini, Kai Havertz Nggak Masuk!

Gilabola.com – Chelsea telah resmi menasbihkan diri mereka sebagai juara Liga Champions musim 2020/2021 ini usai mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0 pada Minggu (30/5) dini hari WIB di Porto, Portugal.

Kai Havertz mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan bersejarah Chelsea tersebut, yang sekaligus menjadi gelar pertama bagi Thomas Tuchel untuk The Blues meski dia sebenarnya baru bergabung pada akhir Januari lalu menggantikan Frank Lampard.

Menariknya gol di final itu merupakan gol perdana Kai Havertz di Liga Champions sepanjang karirnya, dan itu berarti bahwa dia tidak masuk ke dalam tim terbaik kompetisi antarklub terelit Eropa ini karena dia gagal tampil mengesankan di babak-babak sebelumnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Mengusung formasi 3-4-3 yang dimainkan oleh sang juara Chelsea, berikut kami rangkum daftar kesebelasan terbaik Liga Champions musim 2020/2021 versi kami :

Edouard Mendy (GK/Chelsea) – Tidak ada yang membantah ini, bukan? Tidak ada yang mencatatkan clean sheet lebih banyak dari Edouard Mendy di Liga Champions musim ini. Dia berhasil mengamankan sembilan chean sheet dalam 12 pertandingan hingga pertandingan final.

Antonio Rudiger (CB/Chelsea) – Bek Jerman tak menyesal bertahan di Chelsea saat menjalani masa-masa sulit dan terbukti dia menjadi pilar penting di era Thomas Tuchel dan membawa The Blues menjuarai Liga Champions. Antonio Rudiger kokoh di belakang, bagus dalam penguasaan bola, dan punya kecerdikan dalam mengirimkan umpan jauh.

Ruben Dias (CB/Man City) – Mentranformasi pertahanan Manchester City, dan secara luar biasa membantu timnya tak terkalahkan dalam perjalanan menuju final (11 menang, sekali imbang). Sayang satu-satunya kekalahan justru datang di momen terpenting.

Cesar Azpilicueta (CB/Chelsea) – Penampilannya di final merupakan gambaran dari keseluruhan perjalanan Cesar Azpilicueta mengawal pertahanan Chelsea musim ini. Kapten The Blues itu benar-benar tampil luar biasa, sangat bekerja keras dengan etos kerja yang tinggi serta daya jelajah yang luar biasa, dan membuat pertahanan timnya sangat sulit ditembus, cuma kebobolan empat kali dalam 13 pertandingan di Liga Champions.

Phil Foden (LM/Man City) – Keluarnya David Silva benar-benar memberikan kesempatan luar biasa bagi Phil Foden untuk bersinar, menjadi salah satu pemain terbaik City musim ini, dengan penampilan terbaiknya datang saat dia mencetak gol kemenangan beruntun di dua pertemuan melawan Dortmund di perempat final.

N’golo Kante (DM/Chelsea) – Di awal musim ini, N’golo Kante sempat disebut-sebut bakal dijual terutama karena masalah kebugaran yang dialaminya. Tapi kini dia memenangkan penghargaan man of the match tiga kali beruntun, dua semifinal melawan Madrid dan final kontra City untuk menginspirasi kejayaan timnya di Liga Champions.

Kevin de Bruyne (AM/Man City) – Baik diperankan sebagai gelandang serang atau striker palsu, Kevin de Bruyne sama baiknya. Dia mencetak 3 gol dan 4 assist di Liga Champions, sayang dia cedera di final dan itu berperan dalam kekalahan timnya dari Chelsea.

Juan Cuadrado (RM/Juventus) – Ketika Juventus tersingkir dari Porto di leg kedua babak 16 besar, dia memenangi rating 10 dari whoscored karena performanya yang luar biasa. Kendati langkah timnya terhenti dini, dia adalah top assist kompetisi dengan enam assist.

Kylian Mbappe (FW/PSG) – Top skor kedua Liga Champions musim ini dengan 8 gol dan 3 assist, tapi musim ini bisa jadi musim terakhirnya bersama Paris Sain-Germain karena kontraknya tersisa setahun lagi.

Erling Braut Haaland (ST/Dortmund) – Membuktikan bahwa dia adalah mesin gol muda terpanas Eropa saat ini. Langkah Dortmund boleh terhenti di perempat final, tapi Erling Haaland tetap menyelesaikan kompetisi sebagai top skor dengan 10 gol.

Riyad Mahrez (FW/Man City) – Mencetak 4 gol dan 2 assist di Liga Champions, dengan tiga golnya datang dalam performa yang luar biasa melawan Paris Saint-Germain di dua leg semifinal.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO