Tottenham vs Ajax di Semi Final, Laga Yahudi Tarung Lawan Yahudi

Tottenham vs Ajax di Semi Final, Laga Yahudi Tarung Lawan Yahudi

Semi final Liga Champions musim ini akan mempertemukan Tottenham Hotspur vs Ajax. Ini merupakan pertarungan Yahudi lawan Yahudi, tapi bukan seperti yang Anda kira.

Tottenham Hotspur meluncur ke semi final setelah mengalahkan Manchester City 4-4 agregat dengan keunggulan gol tandang, Kamis (18/4), sementara Ajax berhasil menang 2-1 atas Juventus kemarin setelah imbang 1-1 di leg pertama.

Pertemuan antara Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam merupakan laga antara tim Yahudi lawan tim Yahudi. Tapi tidak seperti yang Anda pikirkan. Suporter kedua belah pihak sama-sama menyebut mereka sebagai Yahudi atau tentara Yahudi, tapi sebenarnya kaitan dengan Israel sangat minimal. Itu hanya sekedar identitas saja. Sudah kadung dipakai pertahun-tahun, sementara para suporter enggan atau tak bisa mencari identitas baru.

Tottenham Hotspur misalnya. Mereka kerap menyebut diri sebagai “Yid Army” atau “tentara Yid”, tapi sebenarnya sebutan “Yid” itu tidak disukai oleh orang-orang Yahudi itu sendiri karena memiliki tendensi merendahkan atau menghina. Seruan “Yid Army” bahkan bisa berujung pada penangkapan oleh polisi.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Kongres Yahudi Sedunia mengecam penggunakan istilah “Yids” oleh para suporter Spurs dan tiga orang pendukung tim asal London ini pernah ditangkap polisi pada tahun 2014 karena memakai istilah yang sama pada sebuah laga Liga Europa.

Demikian juga Anda bisa dengan mudah mencari video Youtube di mana para pendukung Ajax bernyanyi bersama ratusan atau ribuan orang dengan bunyi teriakan, “Kami Yahudi Ajax, Super Yahudi.” Tapi sama seperti Tottenham, kebanyakan fans juga tak tahu apa sebabnya mereka memanggil diri mereka dengan sebutan “SuperJews”.

Untuk kasus Ajax, ini kemungkinan besar terkait dengan sebutan kota Amsterdam sebagai ‘Yerusalem dari Barat’ pada era sebelum Perang Dunia Kedua. Ada sekitar 80.000 orang Yahudi tinggal di kawasan Timur kota Amsterdam waktu itu. Stadion kandang Ajax saat itu, De Meer Stadium, berada di kawasan hunian kaum Yahudi dan para pendukung harus berjalan melewati perumahan ini setiap kali menuju dan pulang dari stadion. Itulah awal mula sebutan SuperJews atau Ajax Jews.

Hal yang sama terjadi untuk Tottenham, yang pada akhir abad 19 dan awal abad 20, merupakan sebuah klub sepak bola yang paling populer di kota London waktu itu, mengalahkan popularitas Arsenal dan West Ham. Pusat hunian di utara kota London yang mengitari stadion Spurs, yaitu Barnet, Hackney and Harrow dihuni oleh mayoritas penduduk keturunan Yahudi. Dari situlah identitas Bintang David itu melekat.

Akan menarik untuk mengamati bagaimana dua tim dengan identitas Yahudi ini saling menyerang satu sama lain saat laga semi final Liga Champions nanti.┬áMusuh-musuh Ajax di Liga Belanda, misalnya Feyenoord biasanya meneriakkan slogan-slogan yang menyakitkan seperti “Hamas! Hamas! Jews to the gas!” (Hamas! Hamas! Kirim Yahudi ke kamar gas!) tapi itu tentu saja tak bisa digunakan oleh pendukung Tottenham karena mereka sendiri menggunakan bendera Bintang David dan identitas Yahudi lainnya sebagai ciri khas.