UEFA resmi mengambil langkah lanjutan setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasial yang ia terima dalam laga play off Liga Champions antara Real Madrid dan wakil Portugal, Benfica. Pertandingan leg pertama itu sempat dihentikan selama 10 menit setelah sang pemain memberi isyarat kepada wasit mengenai insiden tersebut.
Laga yang seharusnya menjadi sorotan karena gol indah Vinicius yang memberi keunggulan satu gol bagi Los Blancos menuju leg kedua, justru dibayangi kontroversi. Situasi memanas setelah pemain asal Brasil itu menerima kartu kuning akibat selebrasi berlebihan, lalu terlibat adu argumen dengan winger Benfica, Gianluca Prestianni.
Tak lama kemudian, Vinicius berlari menghampiri wasit François Letexier. Sang pengadil menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti rasisme. Para pemain Real Madrid meninggalkan lapangan, sementara Vinicius terlihat berbicara dengan pelatih Benfica, José Mourinho. Pertandingan dilanjutkan setelah jeda sekitar 10 menit.
Beberapa pemain membahas insiden tersebut seusai laga. Kylian Mbappe dan Trent Alexander-Arnold termasuk yang angkat bicara, dengan bek kanan itu menyebut kejadian tersebut sebagai aib bagi sepak bola. Hingga kini belum ada kejelasan mengenai ucapan yang diduga dilontarkan.
Pernyataan Vinicius dan Respons UEFA
Tak lama setelah pertandingan, Vinicius mengunggah pernyataan di media sosialnya. Ia menyebut para pelaku rasisme sebagai pengecut.
Dalam pernyataannya yang diterjemahkan dari bahasa Portugis, ia menulis bahwa para rasis membutuhkan cara untuk menutupi kelemahan mereka dan kerap mendapat perlindungan dari pihak yang seharusnya menghukum. Ia juga mempertanyakan kartu kuning yang diterimanya saat merayakan gol.
“Saya tidak suka muncul dalam situasi seperti ini, terutama setelah kemenangan besar ketika seharusnya yang dibicarakan adalah Real Madrid. Tapi ini perlu,” tulisnya.
Pada Rabu pagi, 18 Februari, UEFA mengonfirmasi bahwa laporan resmi dari pertandingan tersebut sedang ditinjau. Beberapa jam kemudian, badan sepak bola Eropa itu merilis pernyataan lanjutan.
UEFA menyatakan telah menunjuk seorang Inspektur Etik dan Disiplin untuk menyelidiki dugaan perilaku diskriminatif dalam laga tersebut. Langkah ini menjadi tahapan formal dalam proses investigasi.
Bantahan Prestianni dan Potensi Sanksi
Sementara itu, Gianluca Prestianni membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Melalui media sosial, pemain asal Argentina itu menyatakan tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius.
Ia menegaskan bahwa sang winger Real Madrid keliru memahami apa yang ia dengar. Prestianni juga menyayangkan ancaman yang ia terima dari para pemain Los Blancos.
Apabila terbukti bersalah, pemain berusia 20 tahun itu dapat dijatuhi sanksi hingga 10 pertandingan sesuai Pasal 14 regulasi disiplin UEFA tentang rasisme dan perilaku diskriminatif. Pemain yang dikenai hukuman masih memiliki hak untuk mengajukan banding ke Badan Banding UEFA, dan selanjutnya ke Court of Arbitration for Sport jika ingin menggugat keputusan tersebut.
Proses investigasi kini berjalan, sementara perhatian tertuju pada leg kedua yang akan datang, dengan keunggulan tipis sudah berada di tangan Real Madrid.

