Gianluca Prestianni dipastikan tidak bisa memperkuat Benfica pada leg kedua Liga Champions melawan Real Madrid setelah UEFA menjatuhkan larangan bermain sementara satu pertandingan. Keputusan ini diambil menyusul tuduhan rasisme yang dilontarkan Vinicius Junior dalam pertemuan pertama pekan lalu di Lisbon.
UEFA pada Senin mengumumkan bahwa Prestianni dikenai skors sementara setelah penunjukan inspektur etik dan disipliner UEFA untuk menyelidiki insiden tersebut. Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA menyebut ada dugaan pelanggaran awal terhadap Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA yang berkaitan dengan perilaku diskriminatif.
Skors Sementara Sambil Menunggu Putusan Final
Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa sanksi satu pertandingan ini bersifat sementara dan tidak menutup kemungkinan adanya hukuman tambahan setelah investigasi rampung. Artinya, keputusan lebih lanjut masih terbuka tergantung hasil penyelidikan dan laporan akhir yang akan diserahkan kepada badan disipliner.
Kasus ini bermula saat Real Madrid menang 1-0 di Lisbon. Vinicius Junior, yang mencetak gol tunggal kemenangan, mengaku menjadi sasaran ujaran rasis dari pemain Benfica yang kemudian disebut oleh pihak klub sebagai Prestianni.
Momen di Lisbon yang Menghentikan Laga 10 Menit
Insiden terjadi tak lama setelah Vinicius membawa Real Madrid unggul. Lima menit selepas jeda, penyerang asal Brasil itu mencetak gol lewat aksi individu, melepaskan tembakan melengkung dari sudut sempit yang tak mampu dihentikan kiper tuan rumah.
Setelah merayakan gol di depan suporter Benfica, Vinicius tiba-tiba tampak emosional. Ia langsung melapor kepada wasit, yang kemudian menghentikan pertandingan. Vinicius sempat meninggalkan lapangan dan menolak kembali bermain, sehingga laga terhenti sekitar 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan.
Penghentian pertandingan dalam durasi tersebut menunjukkan betapa seriusnya situasi di lapangan saat itu, dan menjadi salah satu faktor yang mendorong UEFA bergerak cepat menunjuk inspektur untuk menyelidiki dugaan pelanggaran.
Kontroversi di Luar Lapangan
Skors sementara terhadap Prestianni jelas berdampak pada persiapan Benfica menjelang lawatan ke Santiago Bernabeu. Dengan agregat masih tipis setelah kekalahan 0-1 di kandang, absennya satu pemain akibat sanksi disipliner menambah tekanan bagi wakil Portugal tersebut dalam upaya membalikkan keadaan.
Situasi semakin memanas setelah pelatih Benfica, Jose Mourinho, menuai kritik atas komentarnya seusai laga. Mourinho memberi kesan bahwa perayaan Vinicius memicu respons dari tribune dan menyatakan bahwa setiap kali sang winger bermain di suatu stadion, selalu ada insiden. Pernyataan itu kemudian dikecam oleh organisasi anti-diskriminasi Kick It Out yang menilai komentar tersebut sebagai bentuk gaslighting.
Benfica mengumumkan bahwa asisten pelatih Joao Tralhao akan menghadiri konferensi pers jelang pertandingan di Madrid, tanpa penjelasan resmi mengenai absennya Mourinho.
Di sisi lain, Mark Clattenburg, juga mendapat sorotan atas komentarnya terkait kejadian di Lisbon. Ia telah menyampaikan permintaan maaf, dan tetap dijadwalkan menjadi bagian dari tim siaran untuk laga Liga Champions berikutnya.
Dengan investigasi masih berjalan, fokus kini tertuju pada keputusan akhir UEFA. Bagi Real Madrid dan Vinicius, kasus ini menjadi bagian dari rangkaian panjang isu diskriminasi yang terus membayangi kompetisi elite Eropa. Bagi Benfica, leg kedua di Madrid bukan hanya soal mengejar defisit gol, tetapi juga menghadapi konsekuensi dari polemik yang meluas di luar lapangan.

