
Gilabola.com – Chelsea mengamankan kemenangan penting 1-0 atas Pafos di pekan ketujuh Liga Champions, memperbesar harapan untuk lolos otomatis ke babak 16 besar, tapi ada satu cerita menarik di balik laga itu yang jarang tersorot di papan skor.
Di laga itu, Liam Rosenior membuat perubahan menarik di starting XI timnya, memainkan Filip Jorgensen di bawah mistar, selain ada beberapa rotasi lain seperti Jorrel Hato di bek kiri menggantikan Marc Cucurella.
Sayangnya, Jorgensen tidak bisa bertahan lama di lapangan karena dia mengalami masalah fisik, memaksanya keluar lebih cepat dan digantikan Robert Sanchez di awal babak kedua.
Profil Filip Jorgensen
- Kebangsaan : Denmark
- Posisi : penjaga gawang
- Usia : 23 tahun
- Tinggi : 1,92 meter
- Penampilan musim ini : 8
Usai pertandingan, Liam Rosenior buka suara soal kondisi kiper berusia 23 tahun itu, mengkonfirmasi bahwa itu tergolong cedera serius, sesuatu yang membuatnya kecewa karena sang pemain tengah berada dalam tren positif.
Juru taktik Inggris itu mengungkapkan bahwa Jorgensen sudah memberikan kesan kuat sejak dirinya bergabung ke Stamford Bridge, dengan kiper Denmark itu dinilai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Nah, di balik pernyataan tersebut, Rosenior seolah memberikan satu isyarat penting soal dinamikan di bawah mistar, bahwa Jorgensen berada di jalur untuk menantang status kiper utama.
Selama ini Robert Sanchez menjadi pilihan tak tergoyahkan sebagai kiper No.1 Chelsea, namun Rosenior menilai bahwa apa yang ditunjukkan Jorgensen di latihan dan pertandingan telah cukup membuktikan bahwa dia layak mulai dipertimbangkan sebagai kiper utama klub.
Performa Sanchez memang kerap menjadi bahan diskusi karena dia kalau sudah bagus, bagus banget, kalau sudah jelek, duh bikin blunder yang bikin fans The Blues geleng-geleng, kiper macam apa ini.
Konsistensi memang masih jadi PR besar bagi kiper asal Spanyol, meski harus diakui bahwa kontribusinya tetap besar, terutama penampilan heroiknya yang jadi kunci Chelsea memenangkan FIFA World Cup Club tahun lalu.
Tapi ya itu sekali lagi masalahnya, kurangnya konsistensi membuat performanya kadang tertutup oleh kesalahan, seperti dua blunder baru-baru ini dalam kekalahan 2-3 The Blues dari Arsenal di leg pertama semifinal Piala Carabao.
Opini Gilabola
Sial bagi Jorgensen karena cedera ini jelas menghambat kesempatannya untuk bersaing menjadi kiper utama Chelsea setelah Rosenior membuka pintu untuknya guna menantang Robert Sanchez.
Sejauh ini, sebenarnya Sanchez tetap layak diandalkan, toh dia juga telah menjadi pahlawan tim dalam banyak kesempatan. Masalahnya hanya, kiper seolah tidak boleh berbuat salah, karena memang akibatnya bisa fatal, dan itu yang bisa menutup kinerja positif di laga-laga lainnya.