Site icon Gilabola.com

Xavi Hernandez Merasa Diserang Luar-Dalam Barcelona Usai Kalah Beruntun

Xavi Meradang di Barcelona

Gila Bola – Sepakbola memang bisa sangat berubah-ubah. Itulah yang dihadapi pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa waktu lalu pelatih berusia 43 tahun ini dielu-elukan karena berhasil membawa Barcelona raih gelar La Liga musim lalu. Setelah itu, ia bahkan langsung mendapat kontrak baru dari klub, berdurasi satu tahun plus kenaikan gaji.

Namun, berbagai hal telah berubah gelap bagi legenda Barça ini, karena ia kini terus-menerus mendapat sorotan tajam setelah beberapa hasil mengecewakan dalam sebulan terakhir ini.

Semuanya semakin buruk setelah dua kekalahan beruntun, yakni di laga melawan Girona dan Royal Antwerp. Kekalahan ini dibarengi dengan beredarnya laporan yang menyebutkan beberapa anggota dewan klub sudah mulai kehilangan kepercayaan padanya. Kabarnya, beberapa tokoh penting seperti Joan Laporta dan Deco bahkan ikut campur dalam urusan tim.

Xavi Hernandez Sendirian dan Diserang

Saat ini, seperti yang diberitakan AS, Xavi mulai merasa ‘sendirian’ di Barcelona dan percaya bahwa ada orang di dalam maupun di luar klub yang menyerangnya setiap ada kesempatan.

Hal ini datang setelah laporan di pekan ini menyebutkan, hubungan antara Xavi dan Deco telah memburuk. Kabarnya, ini terjadi karena direktur tersebut menyangkal pernyataan Xavi mengenai perubahan skuad yang dilakukan untuk laaga melawan Royal Antwerp.

Ada perasaan di antara perwakilan Xavi bahwa sejumlah orang yang selalu mencari celah untuk merusak reputasi pelatih tersebut.

Dalam beberapa jam terakhir, dukungan tanpa syarat dari klub tampaknya mulai luntur – para direktur dan eksekutif di puncak klub menjadi mencurigakan – mereka diam ketika ditanya mengenai kelanjutan Xavi sebagai pelatih.

Xavi Rasakan Dukungan Laporta, Ingin Segera Membalikkan Situasi

Meskipun terus-menerus ada kebisingan dari luar klub dan spekulasi mengenai masa depan Xavi terus bergulir, laporan itu menyatakan Xavi sepenuhnya merasa didukung Joan Laporta – presiden klub.

Hal ini telah disampaikan kepada Xavi – langsung, oleh Laporta sendiri, walau Barca kalah di Belgia. Setelah itu, Laporta tinggalkan stadion dengan sangat marah dan tak menanggapi apapun pertanyaan mengenai sang manajer.

Dengan demikian, pelatih dan stafnya merasa kuat serta bersemangat untuk membalikkan situasi. Mereka menekankan, belum ada yang hilang dan tim masih bertahan di empat kompetisi.

Xavi merasa, ada banyak orang di dalam maupun luar Barcelona yang menunggu setiap hasil yang merugikan – alias kalah, untuk mereka lancarkan serangan kepadanya.

Karena itu, Xavi telah meminta semua anggota stafnya untuk tetap solid – lebih dari sebelumnya, bersatu dan menjauhkan diri dari kebisingan.

Exit mobile version