
Gilabola.com – Javier Zanetti rupanya masih dendam dengan penalti kontroversi selama kekalahan Inter Milan dari Liverpool pada awal Desember lalu, mengklaim bahwa keputusan merugikan itu merugikan tiket 16 besar bagi Nerazzurri di Liga Champions.
Kembali pada 10 Desember 2025 lalu, duel Inter Milan vs Liverpool di Giuseppe Mezza berjalan cukup berimbang, dengan kedua tim sama-sama mencatatkan 12 tembakan dan prosentase penguasaan bola 49-51.
Sayangnya, saat laga tampak akan berakhir dengan skor imbang tanpa gol, sebuah kontroversi terjadi saat memasuki menit-menit akhir pertandingan ketika Florian Wirtz menjatuhkan diri usai mendapatkan tarikan ringan Alessandro Bastoni.
Wasit kemudian mengecek VAR, dan keputusannya penalti yang membuat heboh banyak pihak. Liverpool akhirnya memanfaatkan keuntungan ini, mencetak gol kemenangan melalui Dominik Szoboszlai dari titik putih.
Statistik Inter vs Liverpool
- Skor : 0-1
- Tembakan : 12-12
- Temnbakan ke arah gawang : 2-6
- Penguasaan bola : 49-51
- Operan : 488-484
- Akurasi operan : 88-91
Penyesalan Javier Zanetti

Inter Milan, yang hanya finis ke-10 klasemen dan hanya terpaut satu poin dari Manchester City di posisi terakhir zona aman, akhirnya kini harus bertemu Bodo/Glimt di babak play-off Liga Champions.
Andai saja Inter setidaknya mengamankan hasil imbang di laga itu, mereka pasti akan lolos ke 16 besar otomatis karena akan unggul margin gol atas Chelsea, Sporting CP, dan Manchester City, dan inilah yang disesalkan Javier Zanetti.
Kini, Zanetti menegaskan bahwa Inter Milan akan belajar dari kekalahan dari LIverpool itu dan akan memperhatikan setiap detil kecil sebelum pertandingan mereka selanjutnya di Liga Champions.
Zanetti menegaskan bahwa Inter ingin berperan sebagai protagonis di Liga Champions, tim yang diperhitungkan dan menantang gelar yang ada, bukan hanya sekedar berpartisipasi dan menjadi penggembira.
Di sisi lain, Inter terhindari dari bertemu mantan pelatih mereka, Jose Mourinho, yang kini menangani Benfica dan akan kembali menghadapi Real Madrid di babak play-off. Zanetti mengaku selalu memiliki kenangan kuat dengan Mourinho.
Opini Gilabola
Keputusan penalti di laga Inter Milan vs Liverpool akan selalu menjadi kontroversi, tapi itu sudah berlalu, dan sekarang Nerazzurri saatnya fokus untuk pertandingan mereka selanjutnya melawan Bodo/Glimt.
Kini, jika Inter Milan mampu melewati hadangan Bodo/Glimt dengan pendekatan takitk yang lebih matang dan disiplin tinggi, mereka justru bisa mendapatkan momentum yang lebih kuat untuk melangkah jauh di Liga Champions.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!