Gilabola.com – Piala Dunia selalu melahirkan momen yang terus dikenang jauh setelah pertandingan berakhir, dari gelaran pertama da mungkin yang terakhir nanti di Piala Dunia 2026 yang akan digelar mulai bulan Juni.
Mulai dari kemenangan mengejutkan Arab Saudi atas Argentina yang akhirnya menjadi juara pada edisi 2022, The Flying Dutchman ala Robin van Persie ke gawang Spanyol pada 2014, hingga kegagalan dramatis penalti Roberto Baggio yang membuat Italia menangis di final 1994, setiap edisi turnamen selalu menghadirkan kisah tersendiri.
Namun ada beberapa momen yang melampaui semuanya karena drama, kontroversi, dan dampaknya yang begitu besar dalam sejarah Piala Dunia dan sepak bola.
Berikut 10 momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia yang telah dikumpulkan oleh Gilabola.com.
10. Lahirnya “Cruyff Turn”
Johan Cruyff merupakan salah satu legenda terbesar sepak bola dunia. Salah satu teknik yang masih diajarkan di sekolah sepak bola hingga sekarang adalah “Cruyff Turn”.
Gerakan tersebut dilakukan dengan berpura-pura mengoper atau menembak sebelum menarik bola ke belakang kaki tumpu dan memutar tubuh untuk melewati lawan.
Aksi itu pertama kali mencuri perhatian dunia pada Piala Dunia 1974 saat Belanda bermain imbang tanpa gol melawan Swedia. Saat dijaga ketat Jan Olsson, Cruyff seolah ingin mengirim umpan sebelum tiba-tiba menarik bola ke belakang dan berputar meninggalkan lawannya.
Walau gerakan serupa mungkin sudah pernah ada sebelumnya, eksekusi Cruyff yang elegan membuat teknik itu menjadi abadi dalam sejarah sepak bola.
9. Teriakan Marco Tardelli
Gol Marco Tardelli ke gawang Jerman Barat di final Piala Dunia 1982 mungkin bukan yang paling indah, tetapi selebrasinya menjadi salah satu yang paling terkenal sepanjang masa.
Setelah mencetak gol kedua Italia dalam kemenangan 3-1, Tardelli berlari sambil berteriak “Gol!” dengan ekspresi penuh emosi dan kebahagiaan.
Selebrasi yang kemudian dikenal sebagai “Tardelli’s Scream” masih dikenang hingga sekarang karena dianggap menggambarkan gairah sepak bola secara sempurna.
8. Tarian Roger Milla
Roger Milla menjadi bintang kejutan pada Piala Dunia 1990.
Di usia 38 tahun, ia mencetak empat gol dan membantu Kamerun menjadi negara Afrika pertama yang mencapai perempat final. Saat itu ia juga menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah turnamen.
Namun bukan hanya golnya yang dikenang. Setiap mencetak gol, Milla berlari ke tiang sudut dan menari dengan penuh kegembiraan.
Selebrasi itu menjadi simbol kebanggaan Afrika sekaligus semangat pantang menyerah. Empat tahun kemudian, ia kembali mencetak gol di usia 42 tahun dan memecahkan rekornya sendiri.
7. Jerman 7-1 Brasil
Semifinal Piala Dunia 2014 mempertemukan Jerman melawan Brasil dalam laga yang diperkirakan berlangsung ketat.
Namun yang terjadi justru menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah turnamen. Tim asuhan Joachim Löw menghancurkan tuan rumah dengan skor 7-1 di Belo Horizonte.
Miroslav Klose mencetak gol ke-16 di Piala Dunia dan melewati rekor Ronaldo sebagai top skor sepanjang sejarah kompetisi saat itu.
Kekalahan tersebut juga mengakhiri rekor 62 pertandingan tanpa kalah Brasil di kandang dalam laga kompetitif sejak 1975.
Bagi Brasil, hasil itu menjadi simbol kehancuran nasional. Sementara bagi Jerman yang akhirnya keluar sebagai juara, pertandingan tersebut dikenang sebagai salah satu penampilan paling dominan di panggung sepak bola dunia.
6. “Game of the Century”
Semifinal Piala Dunia 1970 antara Italia melawan Jerman Barat dikenal sebagai “Game of the Century”.
Setelah 90 menit berlangsung ketat, pertandingan berubah menjadi drama luar biasa di babak tambahan waktu. Total lima gol tercipta dalam 30 menit sebelum Italia menang 4-3.
Momen paling dramatis terjadi ketika siaran televisi masih memutar ulang gol penyama kedudukan Gerd Müller menjadi 3-3, tetapi Gianni Rivera langsung mencetak gol kemenangan beberapa saat kemudian.
Kapten Jerman Barat, Franz Beckenbauer, juga tampil heroik karena tetap bermain dengan bahu cedera dan tangan disangga kain penyangga.
5. Sundulan Zidane
Final Piala Dunia 2006 menghadirkan salah satu insiden paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.
Kapten Prancis, Zinedine Zidane, menanduk dada Marco Materazzi pada babak tambahan waktu.
Zidane langsung mendapat kartu merah. Pertandingan berakhir imbang 1-1 sebelum Italia menang lewat adu penalti.
Insiden itu menjadi semakin terkenal karena terjadi dalam pertandingan terakhir karier Zidane sebagai pemain profesional.
4. “They Think It’s All Over…”
Kalimat “They think it’s all over… it is now” menjadi salah satu komentar paling legendaris dalam sejarah sepak bola.
Ucapan itu muncul ketika Geoff Hurst mencetak gol ketiganya pada final Piala Dunia 1966 melawan Jerman Barat di Wembley.
Inggris menang 4-2 dan meraih gelar juara dunia pertama mereka.
Gol kedua Hurst masih diperdebatkan hingga sekarang karena banyak yang mempertanyakan apakah bola benar-benar melewati garis gawang.
Selain itu, foto kapten Bobby Moore mengangkat trofi Jules Rimet juga menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah turnamen.
3. “Keajaiban Bern”
Hungaria datang ke Piala Dunia 1954 sebagai favorit utama juara.
Tim yang dijuluki “Mighty Magyars” itu diperkuat pemain hebat seperti Ferenc Puskás dan tampil sangat dominan sepanjang turnamen.
Mereka menghancurkan Korea Selatan 9-0, Jerman Barat 8-3, Brasil 4-2, dan Uruguay 4-2 sebelum mencapai final.
Namun di partai puncak, Jerman Barat bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan menang 3-2 lewat gol penentu Helmut Rahn dalam laga yang kemudian dikenal sebagai “Miracle of Bern”.
Kemenangan itu menjadikan para pemain Jerman sebagai pahlawan nasional bagi negara yang masih berusaha bangkit setelah Perang Dunia II.
2. Joga Bonito
Brasil selalu identik dengan filosofi “Joga Bonito” atau bermain indah.
Momen terbaik yang menggambarkan filosofi tersebut hadir pada final Piala Dunia 1970 ketika mereka menghancurkan Italia 4-1 di Stadion Azteca, Meksiko.
Setelah gol dari Pelé, Gerson, dan Jairzinho, kapten Carlos Alberto menyempurnakan kemenangan lewat salah satu gol tim terbaik sepanjang sejarah.
Berawal dari rangkaian umpan cepat, bola mengarah kepadanya sebelum ia melepaskan tendangan keras ke pojok bawah gawang menggunakan sisi luar kaki.
Gol tersebut masih dianggap sebagai gol kerja sama tim terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
1. “Hand of God” Diego Maradona
Tidak ada penampilan individu di Piala Dunia yang menyatukan kejeniusan dan kontroversi seperti aksi Diego Maradona melawan Inggris pada perempat final 1986.
Dalam waktu empat menit, Maradona menciptakan dua momen paling terkenal dalam sejarah sepak bola.
Pada menit ke-51, ia melompat dan memasukkan bola menggunakan tangan ke gawang Inggris yang dijaga Peter Shilton. Gol itu kemudian dikenal dengan nama “Hand of God”.
Empat menit berselang, Maradona mencetak salah satu gol terbaik sepanjang masa. Ia menggiring bola dari area sendiri, melewati lima pemain lawan, lalu mencetak gol yang dikenal sebagai “Goal of the Century”.
Argentina akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jerman Barat di final. Namun pertandingan melawan Inggris itulah yang menjadi simbol kejayaan sekaligus kontroversi terbesar dalam karier Maradona.

