
Gilabola.com – Ancaman Donald Trump pada Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat itu melontarkan pernyataan keras terhadap dua negara peserta turnamen, menyusul serangan militer AS ke Venezuela pekan lalu. Situasi geopolitik tersebut langsung memantik kontroversi jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Serangan Amerika Serikat ke Venezuela terjadi pada Sabtu lalu dan menewaskan sedikitnya 80 orang. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap. Donald Trump menyalahkan rezim Venezuela atas masuknya ratusan ribu imigran ke Amerika Serikat, dengan tuduhan bahwa Maduro telah “mengosongkan penjara dan rumah sakit jiwa” serta bertanggung jawab atas peredaran narkoba ke wilayah AS.
Maduro kemudian muncul di pengadilan New York dan didakwa dengan sejumlah tuduhan terkait narkoba dan senjata api. Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu, termasuk mengelola perdagangan minyak negara tersebut, “hingga transisi yang aman, tepat, dan bijaksana dapat dilakukan.”
Ancaman Donald Trump kepada Negara Peserta Piala Dunia 2026
Di tengah kondisi Venezuela yang masih memanas, Trump kembali memicu ketegangan dengan komentar baru yang menyasar negara lain. Dua di antaranya merupakan negara yang telah lolos ke Piala Dunia 2026.
Trump lebih dulu menyinggung Kolombia. Ia menyebut negara tersebut “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.” Presiden Kolombia, Gustavo Petro, memang telah berada di bawah sanksi yang dijatuhkan pemerintah Amerika Serikat, setelah dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba global.
Berbicara tentang Petro, Trump mengatakan, “Dia tidak akan melakukan itu terlalu lama. Dia punya pabrik dan fasilitas kokain. Dia tidak akan melakukannya.” Ketika ditanya apakah Amerika Serikat mungkin melakukan operasi terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Setelah itu, Trump menyinggung Kuba dengan menyebut kondisi ekonomi negara tersebut “menuju kehancuran.” Ia lalu mengalihkan perhatian ke Meksiko, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Trump menegaskan bahwa Meksiko harus lebih serius menangani perdagangan narkoba, dengan mengatakan, “Anda harus melakukan sesuatu dengan Meksiko. Meksiko harus membereskan urusannya.”
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menawarkan pengiriman pasukan ke Meksiko untuk membantu Presiden Claudia Sheinbaum. Namun, ia menambahkan, “Sayangnya, kartel di Meksiko sangat kuat.”
FIFA Bungkam soal Serangan ke Venezuela
Pernyataan Trump menambah daftar kontroversi menjelang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah negara yang telah lolos ke turnamen tersebut masuk dalam daftar larangan perjalanan yang dikeluarkan pada 2025. Dalam dekret baru yang terbit Desember lalu, Senegal dan Pantai Gading termasuk negara yang pendukungnya dilarang masuk ke Amerika Serikat.
Serangan Amerika Serikat ke Venezuela sendiri menuai kecaman luas dari berbagai negara. Pernyataan bersama dikeluarkan oleh Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol pada Minggu. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyatakan dirinya “sangat prihatin karena aturan hukum internasional tidak dihormati.”
Namun, FIFA tidak memberikan kecaman atas tindakan Amerika Serikat tersebut. Serangan itu terjadi kurang dari sebulan setelah FIFA secara kontroversial memberikan penghargaan perdamaian kepada Donald Trump. Laporan dari The Telegraph menyebutkan bahwa badan sepak bola dunia itu telah dihubungi tiga kali, sebelum akhirnya menyatakan tidak akan memberikan tanggapan atas serangan tersebut. Sikap bungkam FIFA ini kembali mengiringi Ancaman Donald Trump Piala Dunia 2026 yang terus menjadi perhatian dunia.
