Asisten Pelatih Kroasia Tak Percaya Jerman Tersingkir

Asisten pelatih tim nasional Kroasia Ivica Olic mengaku tak percaya dengan kabar tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018, menyebutnya sebagai lelucon.
Berita Terkini - Asisten pelatih tim nasional Kroasia Ivica Olic mengaku tak percaya dengan kabar tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018, menyebutnya sebagai lelucon.

Gilabola.com – Asisten pelatih tim nasional Kroasia Ivica Olic mengaku tak percaya dengan kabar tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2018, menyebutnya sebagai lelucon.

Skuad asuhan Joachim Low harus merasakan kutukan juara bertahan yang tidak pernah lolos ke babak 16 besar, seperti yang pernah menimpa Prancis, Italia dan Spanyol sebelum ini.

Die Mannschaft hanya bisa mengumpulkan tiga poin, takluk secara mengejutkan di tangan Meksiko dan kemenangan kontra Swedia pun harus tercipta di menit-menit akhir melalu tendangan bebas Toni Kroos. mereka juga kebali mengejutkan setelah dikalahkan Korea Selatan dengan dua gol di masa injury time.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Setelah kemenangan 2-1 atas Swedia di menit-menit akhir, semua orang di Kroasia mengakui [bahwa itu permainan] tipikal Jerman,” ucap Olic pada Bild.

“Saya tidak menyaksikan pertandingan melawan Korea Selatan karena saya berada di lapangan latihan bersama tim. Kemudian saya mendapatkan kabar tersebut. Saya awalnya menyangka itu hanya lelucon. Saya tidak bisa dan tidak mau mempercayainya.”

“Namun sejak awal [fase grup] Jerman memang tidak bisa memberikan permainan yang baik.”

Di sisi lain Kroasia tampil mengesankan dengan menjadi juara Grup D dan mengalahkan Argentina, dan lolos ke babak 16 besar dengan menggulingkan Denmark di babak 16 besar.

Tidak heran jika skuad asuhan Zlatko Dalic ini diyakini mampu mengulang kesuksesan Miroslav Blazevic yang membawa Kroasia masuk semi-final Piala Dunia 1998 Perancis.

“Saya rasa para pemain Kroasia memiliki gen yang bagus. Kami semua pejuang,” tambah Ivica Olic. “Namun kami pun pekerja keras. Sebagai tambahan, olahraga ada dalam tubuh dan darah kami.”