Spanyol tampil begitu tenang saat menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Texas. Laga yang mempertemukan dua tim papan atas dunia sekaligus dua pemenang Ballon d’Or dalam beberapa tahun terakhir itu akhirnya dimenangkan La Roja berkat penguasaan permainan yang nyaris tanpa cela.
Sorotan memang mengarah kepada para pemain depan. Namun, fondasi kemenangan Spanyol justru dibangun dari lini tengah yang dikuasai Rodri dan Fabian Ruiz sepanjang pertandingan.
Rodri dan Ruiz Mengendalikan Pertandingan Sejak Awal
Luis de la Fuente kembali mengandalkan duet Rodri dan Fabian Ruiz untuk mengontrol ritme permainan. Keduanya bergantian menekan lini tengah Prancis hingga lawan kesulitan membangun serangan dengan rapi.
Fabian Ruiz tampil selama 77 menit dan menciptakan dua peluang. Ia juga memenangi lima dari tujuh duel serta mencatatkan tujuh kali recovery bola.
Sementara itu, Rodri bermain penuh selama 90 menit dan menjadi sosok yang paling berpengaruh di tengah lapangan. Ia memenangi 11 dari 16 duel, terlibat dalam tujuh pelanggaran sepanjang laga, terdiri dari empat pelanggaran yang dilakukan dan tiga pelanggaran yang diterimanya.
Pergerakan dua gelandang itu ikut meringankan pekerjaan Pedro Porro dan Marc Cucurella di sektor sayap sehingga pertahanan Spanyol mampu menjaga keseimbangan sepanjang pertandingan.
Mbappe Sulit Mendapat Ruang Bermain
Kylian Mbappe memang menjadi pemain dengan jumlah dribel dan tembakan terbanyak di kubu Prancis. Namun, penyerang andalan Les Bleus itu jarang menerima bola di area berbahaya.
Lini tengah Prancis kesulitan menghubungkan permainan menuju Mbappe. Adrien Rabiot yang menerima kartu kuning pada babak pertama kemudian digantikan Kouadio Kone saat jeda. Bersama Aurelien Tchouameni, mereka gagal membangun aliran bola yang efektif kepada Mbappe maupun kepada Ousmane Dembele dan Michael Olise.
Situasi semakin berat bagi Prancis setelah William Saliba sudah lebih dulu meninggalkan lapangan pada menit ke-30.
Kedalaman Skuad Jadi Senjata Tambahan Spanyol
Dominasi Rodri dan Fabian Ruiz memberi kebebasan kepada Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena, serta Mikel Oyarzabal untuk bergerak ke area yang mereka sukai.
Ketika Prancis mulai kehilangan keseimbangan di lini tengah, Luis de la Fuente masih memiliki opsi segar seperti Mikel Merino dan Pedri. Kedalaman skuad itu membuat Spanyol tetap mampu menjaga intensitas permainan hingga peluit panjang berbunyi.
Kini Spanyol tinggal menunggu pemenang antara Inggris atau Argentina yang akan menjadi lawan mereka pada final Piala Dunia 2026 yang digelar Minggu waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Opini Gilabola.com
Kemenangan Spanyol bukan sekadar hasil dari kualitas individu para pemain depan.
Luis de la Fuente menunjukkan bahwa penguasaan lini tengah masih menjadi fondasi utama dalam sepak bola modern.
Ketika Rodri dan Fabian Ruiz mampu mengendalikan tempo pertandingan, pemain-pemain kreatif seperti Lamine Yamal dan Dani Olmo mendapat ruang untuk tampil maksimal.

